Iqra Menjadi Landasan Penting Literasi Islam Masyarakat
- 14 Sep 2026 07:30 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pentingnya membaca dalam kehidupan umat Islam menjadi pembahasan dalam program Cahaya Pagi RRI Surabaya, Senin, 14 September 2026. Materi tersebut disampaikan Ustaz Achmad Syaifuddin, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Genteng Kementerian Agama Surabaya, dengan topik Iqra' dan Pentingnya Membaca dalam Literasi Islam.
Ustaz Syaifuddin mengawali pemaparannya dengan mengajak pendengar mensyukuri nikmat kesehatan dan taufik dari Allah SWT. Menurutnya, kesehatan dan kesempatan untuk menjalankan ibadah, termasuk salat Subuh, merupakan nikmat yang perlu disyukuri serta diharapkan menjadi bagian dari amal saleh.
Dalam pembahasannya, Ustadz Syaifuddin menjelaskan makna kata Iqra' yang berarti bacalah. Ia menyampaikan bahwa Iqra' merupakan kata pertama yang diwahyukan dalam Islam dan menjadi salah satu landasan penting dalam perkembangan literasi Islam.
Ustaz Syaifuddin menjelaskan, "Iqra' (bacalah) merupakan kata pertama yang diturunkan dalam Islam dan menjadi landasan utama serta tonggak sejarah literasi Islam." Menurutnya, penggunaan istilah tersebut juga menunjukkan adanya dorongan terhadap budaya membaca dengan mengaitkannya pada perintah membaca atas nama Tuhan melalui frasa bismi rabbika.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Al-Qur'an merupakan pedoman hidup utama bagi umat Islam. Karena itu, menurutnya, umat Islam tidak hanya perlu membaca Al-Qur'an, tetapi juga berupaya memahami kandungannya dan mengamalkan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Ustaz Syaifuddin menyampaikan, "Al-Qur'an adalah pedoman hidup utama umat Islam. Oleh karena itu, Al-Qur'an wajib untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari." Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat mengenai pentingnya membangun kebiasaan membaca dan mempelajari Al-Qur'an.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam proses belajar membaca Al-Qur'an, seseorang dapat menghadapi berbagai kendala, seperti mengenali huruf hijaiyah maupun memahami ilmu tajwid. Oleh sebab itu, metode pembelajaran dasar seperti metode Iqra' dapat digunakan sebagai sarana belajar membaca Al-Qur'an secara bertahap dan sistematis.
Melalui program Cahaya Pagi, pendengar diajak memahami pentingnya membaca sebagai bagian dari literasi Islam. Ustadz Syaifuddin menekankan bahwa kemampuan membaca Al-Qur'an perlu disertai dengan pemahaman dan pengamalan, sehingga kegiatan membaca dapat menjadi bagian dari proses meningkatkan pengetahuan dan menjalankan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....