Ikan Betina Dominan, Ekosistem Kali Surabaya Kian Terancam

  • 13 Sep 2026 22:17 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Dominasi ikan betina ditemukan dalam sensus ikan di Kali Surabaya. Tim Sensus Ikan Kali Surabaya 2026 menyebut sekitar 80 persen ikan yang ditangkap dalam kegiatan pemantauan berjenis kelamin betina. Temuan ini dinilai menjadi sinyal gangguan terhadap keseimbangan ekosistem perairan dan keanekaragaman hayati Sungai Brantas.

‎Sensus dilakukan sejak Jumat 11 September 2026 oleh kolaborasi komunitas Nelayan Dusun Paras, Desa Turi Pinggir, Kecamatan Megaluh, Jombang, bersama Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi (Ecoton). Pada Minggu 13 September 2026, tim yang terdiri dari nelayan dan peneliti menyusuri Kali Surabaya dari wilayah Jetis, Mojokerto, hingga Jembatan Legundi, Gresik, dengan jarak sekitar 11 kilometer.

‎Peneliti Utama Ekosistem Air Tawar Ecoton, Heri Purnomo, mengatakan dominasi ikan betina diduga berkaitan dengan paparan berbagai bahan pencemar yang masuk ke badan sungai. Limbah tersebut antara lain berasal dari aktivitas industri, permukiman, serta sampah plastik dan mikroplastik.

‎“Limbah yang masuk ke sungai dapat mengandung senyawa pengganggu hormon atau endocrine disrupting chemicals yang berpotensi memengaruhi sistem reproduksi ikan,” kata Heri.

‎Menurut dia, pencemaran industri dapat membawa logam berat maupun senyawa seperti nitrat, nitrit dan fosfat. Sementara limbah domestik dari kamar mandi, toilet dan aktivitas mencuci turut menyumbang fosfat, amonium, nitrat dan nitrit. Sampah plastik, termasuk popok dan mikroplastik, juga menjadi sumber pencemar yang perlu mendapat perhatian.

‎Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap reproduksi ikan karena proses pembuahan sebagian besar ikan sungai berlangsung secara eksternal, yakni sperma dan telur bertemu di lingkungan perairan. Tim menduga paparan senyawa tertentu yang memiliki aktivitas menyerupai estrogen dapat memengaruhi perkembangan seksual ikan, meski temuan tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut.

‎Dalam sensus tersebut, tim mengidentifikasi sejumlah jenis ikan, di antaranya rengkik (Hemibagrus nemurus), jendil (Pangasius sp.), bader merah (Barbonymus balleroides), bader putih (Barbonymus gonionotus), palung (Hampala macrolepidota), keting (Mystus sp.), serta ikan lain seperti nilem, muraganting dan sapu-sapu.

‎Ecoton mendorong pemulihan Kali Surabaya sebagai habitat ikan lokal melalui restorasi sungai dan perlindungan bantaran sebagai area pemijahan serta pembesaran anakan ikan. Pengendalian sumber pencemaran, pengawasan pembuangan limbah industri dan pembangunan instalasi pengolahan air limbah komunal juga dinilai penting untuk memulihkan kualitas perairan.

‎Selain pemulihan habitat, penangkaran ikan lokal seperti jendil, rengkik, wader pari, nilem, bader merah, bader putih dan muraganting didorong untuk menjaga keberlanjutan populasi.

‎Amelia mengatakan program PetroTirta menjadi salah satu bentuk kolaborasi Ecoton dan Petrokimia untuk mengembalikan keanekaragaman hayati ikan lokal Kali Surabaya melalui budidaya dan pembenihan ikan air tawar khas setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....