Pakar Perkapalan ITS: Teknologi AISITS Rekam Pergerakan KM Virgo

  • 13 Sep 2026 19:58 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID. Surabaya - Insiden hilangnya KM Virgo Transport 8 di Selat Madura menyoroti teknologi pemantauan maritim Indonesia. Pakar Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Eng Dhimas Widhi Handani, menjelaskan rekaman AISITS.

Berdasarkan data Remote Base Station (RBS) dan server AISITS, KM Virgo bertolak dari Terminal Jamrud Selatan. Kapal berangkat pada 12 September pukul 10.00 WIB, dengan kecepatan 0,3 hingga 3,5 knots di area pelabuhan.

Kapal kemudian memasuki Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dan meningkatkan kecepatannya hingga 12 sampai 14 knots. “Setibanya di sekitar Karang Jamuang pukul 12 siang, kapal melaju konstan 13 hingga 14 knots,” ujarnya, Minggu, 13 September 2026.

Menurut Dhimas, perjalanan kapal selanjutnya bergerak menuju arah timur laut, menuju Banjarmasin, Kalimantan. “Melalui server AISITS, perjalanan kapal kemudian melanjut ke arah timur laut menuju Banjarmasin, Kalimantan,” katanya.

Stasiun AISITS mencatat sinyal terakhir kapal pada pukul 22.33 WIB dengan kecepatan mencapai 12,9 knots. Setelah itu, data pergerakan kapal berhenti masuk ke sistem pemantauan AISITS.

Dhimas menyebut kondisi tersebut dapat terjadi karena kapal keluar dari jangkauan laporan AISITS. “Selain itu, terdapat kemungkinan perangkat AIS transponder di kapal berhenti mengirimkan data,” ujarnya.

Kepala Laboratorium Keandalan dan Keselamatan ITS itu menilai data historis sangat penting mengidentifikasi insiden laut. Data tersebut dapat menunjukkan kapal yang melanggar jalur atau berhenti di lokasi terlarang.

Lokasi terlarang tersebut antara lain pipa bawah laut dan anjungan lepas pantai atau offshore platform. Selain investigasi kecelakaan, AISITS memiliki sejumlah fitur untuk mendukung keamanan maritim nasional.

Fitur tersebut meliputi early warning system, ship tracking system, fuel oil monitoring, dan smart buoy monitoring. Sistem juga dilengkapi predictive maneuvering plan, informasi cuaca, serta peta kepadatan lalu lintas kapal.

Seluruh peringatan dini tersebut dapat dipantau langsung melalui aplikasi maupun command center di tepi pantai. Dhimas mengatakan pemantauan cepat membantu mencegah gangguan terhadap fasilitas vital di perairan.

“Penggunaan AISITS memberikan keunggulan taktis bagi pemangku kepentingan dalam mengawasi perairan Nusantara,” katanya. Menurutnya, teknologi tersebut dapat mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran melalui pemantauan secara real-time.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....