Keluarga Korban Kapal Hilang Menanti Kabar di Posko Tanjung Perak
- 13 Sep 2026 19:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Suasana cemas menyelimuti keluarga korban Kapal KM Virgo Transport 8 dengan rute Surabaya menuju Banjarmasin yang hilang kontak di Laut Jawa, Kalimantan Selatan. Salah satu keluarga korban bernama Freddy Manuhutu, yang sengaja datang jauh-jauh dari Mojokerto sejak Minggu, 13 September 2026 pagi demi mencari informasi keberadaan adik kandungnya.
Kapal KM Virgo Transport 8 bertolak dari Surabaya dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Banjarmasin pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 07.00 WITA. Hingga saat ini keberadaan kapal tersebut masih dalam proses pencarian aktif oleh tim gabungan di lintas perairan Surabaya–Banjarmasin.
Freddy saat diwawancara RRI mengaku pertama kali mendapat kabar duka tersebut dari kawan adiknya yang juga berprofesi sebagai musisi kapal namun tengah menjalani cuti. Adik kandung Freddy, yang diketahui bernama Steviansyah, merupakan anak bungsu di keluarganya.
“Tadi pagi saya ditelepon teman, dia bilang kapal tempat adik saya kerja tenggelam. Terakhir saya komunikasi itu hari Jumat sewaktu kapal masih muat (barang) dan belum berangkat dari sini,” ujar Freddy saat ditemui di lokasi posko informasi.
Keseharian Steviansyah bertugas sebagai pemain musik di kapal tersebut bersama rombongan yang terdiri dari tiga orang penyanyi dan seorang operator sound system. Meskipun nama Steviansyah sudah terdaftar di dalam manifes penumpang kapal, namanya hingga kini belum masuk dalam daftar korban selamat yang berhasil dievakuasi oleh tim Basarnas.
Meski rasa cemas masih menyelimuti perasaan Freddy, menyampaikan apresiasinya kepada para petugas di posko yang dinilainya cukup tanggap dan cepat dalam memberikan informasi kepada pihak keluarga. Pihak keluarga kini hanya bisa berharap dan menunggu kepastian kabar terbaik terkait kondisi Steviansyah serta para korban lainnya.
“Namanya sudah terdaftar di dalam manifes penumpang kapal, tapi belum masuk dalam daftar korban selamat yang berhasil dievakuasi. Semua kru musiknya juga belum ada namanya di data Basarnas. Tapi apa pun kedadaannya, saya harus tunggu. Saya harus tahu nasib adik saya,” ucapnya.
Sementara salah satu keluarga korban lainnya yang bernama Ela Nur Astika mengaku komunikasi terakhir bersama sang suami yang bernama Syaiful Nurrudin dilakukan melalui video call pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.30 WIB, dan pada pukul 08.30 komunikasi sudah terputus. “Sabtu pagi jam setengah delapan itu saya masih video call, ya cerita kalau jadwal keberangkatan kapal mengalami penundaan (delay) dari yang seharusnya pukul 02.00 dini hari menjadi pukul 07.30 WIB. Terus saya chat lagi jam 08.30 masih sempat centang biru, tapi tidak di bales sampai hilang kontak,” ujar Ela.
Informasi terakhir yang di update dari pihak Pelindo yakni terdapat total 243 orang, dengan rincian 107 orang selamat, 6 orang meninggal, dan 130 orang masih dalam pencarian. Pihak Pelindo mengimbau keluarga penumpang yang membutuhkan informasi resmi bisa langsung mendatangi Posko Informasi di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....