DLH Siapkan CCTV Awasi Sampah Liar Widodaren
- 10 Sep 2026 15:04 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kota Surabaya menindaklanjuti aduan warga terkait sampah liar yang menumpuk di sekitar Jalan Widodaren, dekat lahan kosong. Aduan tersebut disampaikan Bu Amel melalui program Halo RRI, Rabu 9 September 2026. Ia menyebut lokasi tersebut diduga kerap dimanfaatkan warga untuk membuang sampah, meski berada di sekitar jalan yang dilalui masyarakat.
“Selamat pagi, saya Bu Amel menyampaikan kondisi sampah berserakan di sekitar Jalan Widodaren di dekat lahan kosong. Sepertinya tempat itu sering dijadikan orang untuk membuang sampah. Mohon bantuannya teman-teman DLH, bila perlu pasang CCTV,” ujar Amel.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Surabaya, Wasis Sutikno mengatakan, titik tersebut sebenarnya rutin dibersihkan petugas. Frekuensi pembersihan menyesuaikan dengan banyaknya sampah yang berada di lokasi.
“Ini sampah yang rutin sebetulnya kita bersihkan, tergantung volumenya. Kadang kalau banyak sehari sekali kita bersihkan, tapi beberapa terakhir memang sudah ada penurunan. Bukan sehari kita ambil, tapi tiga hari sekali,” kata Wasis saat memberikan keterangannya kepada RRI Surabaya, Rabu 9 September 2026.
Meski volume sampah disebut mulai berkurang, Wasis mengakui kondisi lokasi tetap dapat terlihat kotor apabila tidak segera dibersihkan. Karena itu, petugas kembali melakukan pembersihan di lokasi tersebut.
“Memang akhirnya kotor kalau tidak kita bersihkan. Hari ini sudah dibersihkan teman-teman,” ujarnya.
Selain mengandalkan pembersihan rutin, DLH juga menyiapkan langkah pengawasan untuk mencegah lokasi tersebut kembali menjadi tempat pembuangan sampah liar. Salah satunya melalui pemasangan kamera pengawas atau CCTV.
Wasis berharap rencana pemasangan CCTV tersebut dapat segera terealisasi sehingga keberadaan kamera dapat digunakan untuk memantau aktivitas di lokasi dan membantu penindakan terhadap warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan.
“Kedepan mudah-mudahan CCTV yang akan dipasang di lokasi tersebut bisa segera terwujud. Nanti akan kita jadikan alat untuk monitoring. Kalau ada orang-orang yang buang sampah di lokasi tersebut bisa kita tindak, bisa dijustisi dan terus kita awasi bersama pihak kelurahan dan kecamatan,” tuturnya.
Pengawasan bersama tersebut diharapkan tidak hanya membuat titik di Jalan Widodaren lebih bersih, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah secara sembarangan. DLH menargetkan keberadaan sampah liar di lokasi tersebut terus berkurang hingga tidak lagi ditemukan.
Bagi Bu Amel, aduan melalui Halo RRI menjadi salah satu cara untuk menyampaikan persoalan lingkungan yang ditemui warga. Respons DLH juga memperlihatkan bagaimana laporan masyarakat dapat menjadi bagian dari sinergitas RRI dan pemerintah daerah dalam mendorong lingkungan kota yang lebih bersih dan nyaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....