Kultur Qur’ani Tumbuh di Lingkungan Kerja
- 10 Sep 2026 11:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Semangat menjadi lebih baik tidak hanya diterjemahkan melalui peningkatan kompetensi dan pencapaian target kerja, tetapi juga melalui upaya memperkuat kualitas spiritual di lingkungan profesional. Semangat inilah yang mulai dibangun Bank Syariah Indonesia Regional XII Surabaya melalui Program Belajar Al-Qur’an Sistematis atau PRAQTIS, yang diawali dengan placement test membaca Al-Qur’an pada Selasa pagi, 8 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga 08.00 WIB di Gedung BSI Regional XII Surabaya, Bali dan Nusa Tenggara, Jalan Jemur Andayani, Wonocolo, Surabaya, tersebut menjadi langkah awal menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an di tengah rutinitas kerja. Program ini menarik karena pembelajaran tidak menunggu karyawan datang ke tempat belajar, tetapi justru hadir langsung di lingkungan kerja.
Antusiasme juga terlihat dari keterlibatan jajaran pimpinan yang mengikuti placement test bersama para staf. Sebanyak delapan pimpinan dan 19 staf tercatat mengikuti kegiatan tersebut, termasuk Muhammad Arif Gunawan selaku Distribution Project Leader atau RCEO RO Surabaya XII BSI bersama jajaran deputi.
Kehadiran pimpinan di tengah peserta memberikan pesan bahwa peningkatan kualitas spiritual bukan hanya tanggung jawab karyawan, tetapi menjadi bagian dari budaya organisasi. Keteladanan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kesibukan profesional tidak semestinya menjadi alasan untuk berhenti belajar membaca dan memahami Al-Qur’an.
Program PRAQTIS diinisiasi Griya Al Qur’an Surabaya sebagai pelopor pembelajaran Al-Qur’an bagi kalangan dewasa. Melalui unit layanan jemput bola di bawah Direktorat Enterprise Community Services atau ECS, pembelajaran dirancang agar dapat menjangkau karyawan secara langsung di instansi maupun perusahaan.
Head of ECS Griya Al Qur’an, Ustadz Falah Burhani, mengatakan hadirnya PRAQTIS di lingkungan BSI berawal dari komunikasi dengan jajaran Islamic Ecosystem BSI. “Sebelumnya, program PRAQTIS ini kami perkenalkan melalui Deputi Islamic Ecosystem BSI, lalu disampaikan kepada Bapak M. Arif Gunawan selaku Regional Chief Executive Officer,” ujarnya.
Menurut Falah, respons positif dari jajaran BSI menjadi faktor penting hingga program tersebut dapat direalisasikan. “Alhamdulillah, program ini disambut dengan sangat baik hingga akhirnya kita bisa memulai gelaran placement test pagi ini,” katanya.
Bagi Muhammad Arif Gunawan, budaya belajar Al-Qur’an di lingkungan kerja bukan sesuatu yang asing dalam perjalanan profesionalnya. Ia bahkan membagikan pengalaman ketika bekerja di Aceh, di mana terdapat budaya yang mendorong karyawan untuk memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.
“Di tempat kerja saya sebelumnya, di Aceh, bagi karyawan yang ingin mengajukan cuti, mereka harus menyetorkan hafalan Al-Qur’annya terlebih dahulu,” tutur Arif. Cerita tersebut menjadi gambaran bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diintegrasikan ke dalam budaya organisasi tanpa harus kehilangan relevansinya dengan aktivitas profesional.
Lebih dari sekadar tes kemampuan membaca, placement test menjadi titik awal untuk memetakan kemampuan peserta sekaligus menentukan proses pembelajaran yang sesuai. Dengan pendekatan tersebut, setiap peserta diharapkan dapat belajar berdasarkan kebutuhan dan kemampuannya masing-masing.
Langkah BSI RO XII Surabaya ini menunjukkan bahwa konsep continuous improvement dapat memiliki dimensi yang lebih luas. Jika dunia profesional mengenal istilah upgrade skill dan pencapaian KPI, maka pembelajaran Al-Qur’an menjadi ruang untuk terus meningkatkan kualitas diri dari sisi spiritual.
Pada akhirnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau kemampuan membaca Al-Qur’an yang meningkat, tetapi dari tumbuhnya kebiasaan baik secara berkelanjutan. PRAQTIS di BSI RO XII Surabaya diharapkan menjadi awal terbentuknya kultur kerja yang tidak hanya produktif secara profesional, tetapi juga semakin dekat dengan nilai-nilai Qur’ani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....