Dukungan Menyusui Perkuat Generasi Indonesia Maju
- 28 Agt 2026 12:55 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Upaya membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif harus dimulai sejak awal kehidupan, salah satunya melalui penguatan dukungan terhadap ibu menyusui. Pesan tersebut menjadi sorotan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sekaligus Penasihat Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM., MARS., dalam Pertemuan Pekan Menyusui Sedunia Tahun 2026 yang terintegrasi dengan Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kamis 27 Agustus 2026.
Mengangkat tema “Bersama Menguatkan Dukungan Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan, Menuju Generasi Indonesia Maju”, kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rosella Lantai III-A Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta menjadi ruang untuk memperkuat komitmen terhadap kesehatan ibu dan anak.
Dalam sambutannya, Erwin menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan, Bidang Kesehatan Masyarakat, panitia, narasumber, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Menurutnya, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial, kreativitas, kebersamaan, dan komitmen terhadap kesehatan ibu dan anak.
Erwin juga menyambut baik peluncuran batik baru Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, batik tersebut dapat menjadi simbol identitas, kekompakan, sekaligus semangat pengabdian organisasi dalam mendukung berbagai program kesehatan.
Pekan ASI Sedunia Tahun 2026 mengangkat tema nasional “Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan: Perkuat Apa yang Berhasil”. Erwin menegaskan, tema tersebut menjadi ajakan untuk mempertahankan sekaligus memperluas praktik menyusui yang telah terbukti efektif, mulai dari konseling menyusui yang bermutu, Inisiasi Menyusu Dini, rawat gabung, dukungan keluarga, perlindungan ibu bekerja, hingga penguatan rujukan permasalahan laktasi.
Menurut Erwin, keberhasilan menyusui tidak dapat dibebankan hanya kepada ibu karena lingkungan keluarga, fasilitas kesehatan, maupun tempat kerja memiliki peran penting dalam menciptakan kondisi yang mendukung. “Ibu tidak boleh berjuang sendirian,” tegasnya, seraya mengingatkan pentingnya keterlibatan suami, keluarga, tenaga kesehatan, serta lingkungan kerja dalam mendukung keberhasilan menyusui.
Erwin menjelaskan, ASI merupakan pangan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi dan komponen bioaktif yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang. Karena itu, pemberian ASI sejak awal kehidupan, ASI eksklusif selama enam bulan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian MPASI yang tepat sambil tetap menyusui hingga usia dua tahun atau lebih perlu terus diperkuat.
Ia menambahkan, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan fase penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Dukungan terhadap praktik menyusui menjadi salah satu bagian dari upaya pencegahan stunting sekaligus membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Erwin menyebut prevalensi stunting di Jawa Timur berdasarkan SSGI 2024 mencapai 14,7 persen, menurun dari 17,7 persen pada 2023. Meski menunjukkan perkembangan positif, capaian tersebut dinilai bukan sebagai titik akhir sehingga praktik-praktik baik dalam pencegahan stunting harus terus dijaga, diperluas, dan dilaksanakan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Erwin juga menekankan peran strategis Dharma Wanita Persatuan dalam memperkuat ekosistem dukungan menyusui. Peran itu antara lain melalui edukasi yang benar dan mudah dipahami keluarga, mendorong keterlibatan suami dan anggota keluarga, mengadvokasi lingkungan kerja ramah menyusui, serta mengembangkan jejaring dukungan sebaya di seluruh unit kerja.
Kepada 14 Rumah Sakit UOBK dan tiga UPT di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin mengarahkan agar kebijakan internal yang melindungi hak ibu menyusui dan memerah ASI diperkuat. Ia juga meminta tersedianya ruang laktasi yang aman, bersih, privat, mudah diakses, serta didukung waktu dan sarana yang memadai, disertai penguatan konseling sejak masa kehamilan, Inisiasi Menyusu Dini, rawat gabung, dukungan masa nifas, dan jejaring rujukan masalah laktasi.
Erwin berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan gerakan nyata di seluruh unit kerja di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. “Mari kita kuatkan apa yang telah berhasil, perbaiki yang masih kurang, dan pastikan setiap ibu memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk menyusui,” ungkapnya seraya mengajak seluruh pihak membangun lingkungan keluarga, fasilitas pelayanan kesehatan, dan tempat kerja yang ramah menyusui demi awal kehidupan yang berkelanjutan menuju Generasi Indonesia Maju.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....