PDAM Surabaya: Pengambilalihan Air Developer Butuh Proses
- 08 Sep 2026 18:32 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - PDAM Surya Sembada Kota Surabaya merespons aksi massa atas nama Gempar Jatim yang menyoroti sejumlah persoalan pelayanan air bersih di Kota Surabaya. PDAM menyatakan seluruh aduan yang disampaikan massa aksi telah mendapat respons dan sebagian persoalan bahkan telah dibahas sebelum aksi digelar.
Manajer Tata Usaha dan Humas PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Louis Andilun Gatu, mengatakan pihaknya menghargai kepedulian Gempar terhadap persoalan air yang menyangkut kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Gempar telah menyuarakan sejumlah isu, mulai kualitas air hingga pengelolaan air oleh tiga developer.
"Jadi, aksi tadi merupakan kepedulian dari teman-teman Gempar bahwa mereka salah satu LSM yang peduli terhadap hajat hidup orang banyak. Mereka peduli terhadap air warga Kota Surabaya,” kata Louis.
Louis mengatakan PDAM telah merespons seluruh aduan yang disampaikan Gempar. Bahkan, sebelum aksi pertama dilakukan, PDAM telah lebih dulu berkomunikasi dengan tiga developer yang menjadi sorotan.
"Semua aduan dari mereka sudah kami respons. Bahkan sebelum mereka melakukan aksi yang pertama kemarin, kami sudah melakukan komunikasi dengan para developer-developer itu," ujarnya.
Terkait tuntutan pengambilalihan pengelolaan air dari developer, Louis mengatakan PDAM tidak dapat mengambil keputusan secara sepihak dan tergesa-gesa. Menurutnya, langkah tersebut membutuhkan proses, komunikasi, dan pembahasan dengan seluruh pihak yang berkepentingan.
“Mereka menuntut segera melakukan pengambilalihan. Cuman kan sekali lagi saya sampaikan bahwa ini butuh proses. Kami langsung kunjungan ke tiga developer, kami langsung kunjungan ke mereka. Kami diskusi dengan mereka dan ini harus disegerakan,” tuturnya.
Meski demikian, Louis mengatakan PDAM juga harus menjaga iklim investasi di Kota Surabaya. Menurutnya, pengambilalihan pengelolaan air harus dilakukan melalui mekanisme yang tepat agar tidak menimbulkan persoalan baru.
“Kita sebagai negara harus memberikan keamanan bagi semua investor, bagi semua orang yang masuk di Kota Surabaya. Ini butuh proses, tidak bisa serta-merta langsung kita ambil,” ujarnya.
| Baca juga: Warga Soroti Jembatan dan PJU Klumprik |
Louis juga meminta Gempar Jatim tetap menjaga sikap netral dalam menyuarakan kepentingan masyarakat. Ia berharap tidak ada afiliasi maupun kepentingan tertentu di balik gerakan yang dilakukan.
“Yang perlu dijaga adalah supaya mereka sebagai LSM harus netral. Harus netral, tidak ada afiliasi, tidak ada kepentingan,” kata Louis.
Menurutnya, isu utama yang harus dikedepankan adalah kepentingan warga Kota Surabaya. Ia meminta pembahasan mengenai persoalan air tidak bergeser menjadi kepentingan kelompok tertentu.
“Bicaranya adalah benang merahnya untuk warga Kota Surabaya,” tegasnya.
Terkait tuntutan agar pengelolaan air dikembalikan sepenuhnya kepada pemerintah, Louis menyatakan pihaknya memiliki pandangan yang sejalan mengenai kepentingan masyarakat. Namun, ia kembali menekankan bahwa proses pengambilalihan tetap membutuhkan tahapan dan pembahasan.
“Sepakat, kita kembalikan ke Undang-Undang Dasar. Sepakat," tutur Louis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....