Dispusip Surabaya Dorong Budaya Literasi Anak Mulai Usia Dini
- 07 Sep 2026 09:38 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pembiasaan membaca perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan budaya membaca yang dibangun sejak kecil dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi sekaligus memperkaya perbendaharaan kata anak.
Yusuf mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong kegiatan membaca melalui dongeng dan berbagai bahan bacaan yang menyenangkan bagi anak. Pembiasaan tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah atau perpustakaan, tetapi juga di rumah dengan melibatkan orang tua.
"Kalau ibu dan bapak di rumah minimal menyediakan waktu 10 sampai 15 menit untuk membaca, insyaallah anak-anak juga akan ikut membaca,” ujarnya.
Dispusip Surabaya juga terus mengembangkan perpustakaan digital yang diharapkan dapat terintegrasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan lembaga lainnya. Pengembangan tersebut dilakukan untuk memperluas akses masyarakat, khususnya anak-anak, terhadap berbagai koleksi bacaan di tengah perkembangan teknologi digital.
"Sekarang sudah era digital. Anak-anak bisa mengakses berbagai koleksi tanpa harus pergi ke mana-mana. Mereka juga bisa bertukar pengalaman dan memanfaatkan berbagai koleksi yang tersedia," katanya.
Menurut Yusuf, keberagaman bahan bacaan juga menjadi penting karena anak-anak dapat merasa bosan apabila hanya membaca buku yang sama secara terus-menerus. Karena itu, koleksi bacaan perlu terus dikembangkan dengan menghadirkan bahan yang menarik dan sesuai dengan usia serta minat anak.
"Kalau yang dibaca hanya itu-itu saja, tentu bisa membuat mereka bosan. Ibaratnya, kalau setiap hari kita makan mi, lama-lama pasti jenuh juga," tuturnya.
Meski pengadaan buku baru belum dapat dilakukan dalam jumlah besar, Dispusip Surabaya juga mendorong anak-anak untuk tidak hanya menjadi pembaca, tetapi sekaligus menjadi pencipta karya. Anak-anak, termasuk pelajar SMP, akan didorong untuk mulai menulis dan menghasilkan karya literasi.
Untuk mendorong kreativitas tersebut, Dispusip Surabaya berencana mengembangkan kegiatan dan lomba penulisan yang ditujukan bagi anak-anak. Karya yang dihasilkan dapat berupa cerita pendek, puisi, komik, maupun cerita pengalaman yang mengandung pesan positif dan motivasi.
“Literasi itu bukan hanya membaca, tetapi juga menulis. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk berkarya,” ujar Yusuf.
Dispusip Surabaya juga mengoptimalkan layanan perpustakaan keliling. Mobil perpustakaan keliling akan dijadwalkan mengunjungi sekolah, taman, maupun komunitas-komunitas pegiat literasi. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat mendekatkan bahan bacaan kepada anak-anak sekaligus memberikan pilihan bacaan yang lebih beragam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....