Superstar Affiliate Revolution di Surabaya Buka Peluang Baru Ekonomi Kreator

  • 06 Sep 2026 15:10 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Industri pemasaran afiliasi dinilai masih memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia. Hal itu terlihat dari kehadiran sekitar 900 kreator dalam Superstar Affiliate Revolution di Surabaya, 5–6 September 2026.

Kegiatan yang digelar di Surabaya Suites Hotel tersebut mempertemukan kreator dengan pelaku usaha dan pemilik merek. Pertemuan ini menjadi ruang bagi kreator untuk membangun jaringan sekaligus mengenal lebih dekat produk yang dapat dipasarkan melalui konten.

CEO Superstar Agency, Andri Firmansyah mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pertemuan antarkreator. Kreator juga mendapat kesempatan membuat konten secara langsung, mencoba produk, serta berkomunikasi dengan pemilik merek mengenai peluang kerja sama.

Hampir 50 merek turut hadir dalam kegiatan tersebut. Para kreator dapat memperoleh sampel produk, mengenal skema komisi, hingga mengikuti berbagai aktivitas yang mendorong mereka menghasilkan konten. "Jumlah peserta di Surabaya lebih banyak dibandingkan kegiatan sebelumnya di Jakarta yang diikuti sekitar 500 kreator. Mayoritas peserta berasal dari Jawa Timur, meski terdapat pula kreator dari sejumlah daerah lain," ujarnya.

Pertumbuhan tersebut dinilai menunjukkan semakin banyak masyarakat yang melihat pemasaran afiliasi sebagai salah satu peluang ekonomi baru. Kreator tidak hanya dituntut mampu membuat konten, tetapi juga memahami produk dan perilaku konsumen.

Pada kesempatan itu, Michael Sugiharto, CEO & Founder DIGIMARU menilai pemasaran afiliasi masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Perkembangan tersebut disebut dapat membuka peluang baru karena jumlah afiliator di Indonesia dinilai masih relatif kecil dibandingkan jumlah pengguna media sosial.

Ia menyebut, berdasarkan pengamatannya setelah melihat perkembangan pemasaran afiliasi di China, Indonesia masih berada dalam tahap awal. "Di China, pemasaran afiliasi bahkan disebut telah menjadi bagian dari strategi perusahaan, termasuk perusahaan besar,"ujarnya.

Meski peluangnya besar, perkembangan ekosistem afiliasi di Indonesia masih menghadapi tantangan. Sebagian masyarakat masih meragukan pekerjaan kreator karena menganggap aktivitas membuat konten dan menjual produk belum memberikan kepastian penghasilan.

CEO Superstar Agency, Andri Firmansyah dan Michael Sugiharto, CEO & Founder DIGIMARU saat menjelaskan potensi Industri pemasaran afiliasi di Indonesia (Foto: RRI/ Ermina)

Tantangan juga datang dari sisi merek dan penjual, terutama yang belum memahami cara memasarkan produk melalui TikTok dan Shopee. "Masih ada merek lokal yang lambat menyediakan sampel maupun membahas komisi, padahal kondisi tersebut justru membuka peluang bagi pelaku usaha yang cepat beradaptasi." katanya.

Bagi kreator pemula, pengetahuan disebut menjadi modal utama sebelum mengubahnya menjadi keterampilan. Setelah memahami ilmunya, kreator perlu membangun kebiasaan membuat konten secara konsisten selama tiga hingga enam bulan.

“Kalau kalian tidak konsisten, tidak komitmen, dan tidak benar-benar serius, ya hasilnya tidak akan bagus,” kata Novika, konten creator asal Bojonegoro. Menurutnya, hasil mulai terlihat setelah melewati tiga hingga enam bulan dan semakin terasa setelah enam bulan hingga satu tahun.

Putri Sefiani, Affiliate Junior Manager PT. SOHO Global Health menyebut kolaborasi antara kreator dan merek dapat berdampak terhadap peningkatan penjualan. Ketika konten mampu menghasilkan transaksi, kreator berpeluang memperoleh komisi sekaligus mendapatkan dukungan lebih besar dari pemilik merek.

"Sekitar 70 hingga 80 persen penjualan kita berasal dari pemasaran melalui afiliasi. Keberadaan kreator membantu memperluas jangkauan produk melalui konten yang dibuat secara beragam." ucapnya.

Bagi kreator pemula, pengetahuan menjadi modal awal sebelum mengubahnya menjadi keterampilan. Konsistensi membuat konten selama tiga hingga enam bulan disebut menjadi salah satu tahapan penting untuk mulai melihat perkembangan hasil.

Salah seorang kreator dalam kegiatan tersebut menceritakan pengalamannya memulai pemasaran afiliasi pada akhir 2024. Komisi pertama yang diperoleh sekitar Rp17 ribu menjadi pengalaman yang disebut sebagai “pecah telur” sebelum kemudian meningkatkan jumlah konten yang dibuat.

Saat ini, kreator tersebut dapat membuat sekitar 10 konten dalam sehari. Target penghasilannya juga terus meningkat, dari komisi awal yang relatif kecil hingga berharap mampu memperoleh Rp1 juta per hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....