Muktamar IV YA Ibad Perkuat Organisasi dan Tingkatkan Kepedulian Lingkungan

  • 05 Sep 2026 13:34 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Penguatan organisasi dalam menyebarkan nilai kebaikan menjadi hal penting yang dibahas dalam Muktamar IV Yayasan Almukhlashin Ibadurrahman (YA Ibad) di Surabaya, Sabtu 5 September 2026. Melalui muktamar ini, YA Ibad tak hanya ingin fokus pada pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) tapi juga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua Pelaksana Muktamar IV YA Ibad, Yusuf Ibrahim mengatakan, nilai-nilai kebaikan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal sederhana hingga persoalan yang lebih besar. "Tujuannya menyebarkan rahmat kepada seluruh alam semesta. Kami berusaha membentuk sumber daya manusia yang potensial sekaligus meningkatkan kualitas kepribadian secara berkesinambungan," kata Yusuf.

Selain itu, YA Ibad juga memberi perhatian guna mencegah kenakalan remaja dan pemberantasan narkoba. Upaya itu diwujudkan melalui kerja sama dengan kepolisian dalam program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Selain itu, rangkaian kegiatan YA Ibad juga diarahkan pada kepedulian lingkungan melalui program Desa Ramah Bumi. Program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengajak jamaah dan masyarakat menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Yusuf mengatakan sebelum pelaksanaan muktamar, pihaknya juga menggelar safari ke sejumlah cabang selama Februari 2025 hingga 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana konsolidasi sekaligus memperkuat keterlibatan jamaah dan masyarakat.

"Saat ini pengurus YA Ibad sudah berjumlah 27 cabang di Indonesia. Muktamar ini dihadiri pengurus dari berbagai daerah," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Basnang Said mengapresiasi kontribusi organisasi dan yayasan keagamaan dalam memperkuat sumber daya manusia. Menurutnya, yayasan pendidikan sangat penting untuk mencetak SDM yang unggul.

Ia mengakui, kalau pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun pendidikan dan pembinaan terhadap masyarakat. "Pesantren telah berkontribusi dalam pendidikan bangsa jauh sebelum Indonesia merdeka. Karena itu, kontribusi yayasan dan masyarakat dalam penguatan sumber daya manusia patut diapresiasi," kata Basnang.

Basanag juga mendorong YA Ibad untuk terus mengembangkan peran pendidikan, termasuk mendirikan dan mengembangkan pesantren melalui cabang-cabang yang telah dimiliki sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang menempatkan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

Melalui Muktamar IV, YA Ibad berharap gerakan dakwah tidak berhenti pada kegiatan keagamaan, tetapi juga hadir menjawab persoalan sosial, kepemudaan, pemberantasan narkoba hingga persoalan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....