Gus Kikin Siap Hidupkan Lagi Qanun Asasi NU
- 29 Agt 2026 11:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Jombang - Calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, membawa sejumlah gagasan jika dipercaya memimpin organisasi tersebut. Salah satu gagasan yang ditawarkan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu adalah menghidupkan kembali Qanun Asasi NU, dokumen yang menjadi rujukan NU pada masa awal berdirinya.
Gus Kikin mengatakan dokumen yang disusun KH Hasyim Asy'ari tersebut kembali ditemukan sekitar tiga tahun lalu. Dokumen itu kemudian diterbitkan dalam bentuk buku.
Menurutnya, Qanun Asasi dapat kembali menjadi salah satu rujukan NU dalam menjalankan organisasi ke depan.
"Ini dulu digunakan NU di awal kelahiran NU sampai kemudian NU menjadi partai politik tahun 1952 dan itu kemudian tidak digunakan. Tiga tahun yang lalu kita temukan kembali dokumen itu dan sekarang sudah kita cetak, sudah jadi buku," kata Gus Kikin, Sabtu 29 Agustus 2026.
"Nah, itu yang saya tawarkan, NU seyogyanya menggunakan rujukan-rujukan itu lagi nanti supaya NU itu kembali seperti dulu awal digunakan," imbuhnya.
Selain penguatan kembali nilai dan rujukan awal NU, Gus Kikin juga menyoroti sektor ekonomi warga Nahdliyin.
Dia menilai jumlah warga NU yang besar dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola dan ditata dengan baik. Menurutnya, warga NU sekaligus dapat menjadi pasar ekonomi yang besar.
"Ekonomi itu tidak lepas, semua ekonomi berbasis pasar. Nah, pasarnya NU itu dengan jumlah warganya yang begitu besar. Itu sebenarnya akan menjadi pasar ekonomi," ujarnya.
Gus Kikin mengatakan penguatan ekonomi tersebut tidak hanya berkaitan dengan sektor konvensional. Ekonomi digital juga dinilai dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian ekonomi warga NU.
"Ekonomi digital ikut, tinggal caranya saja. Yang terang, warganya yang jumlahnya banyak ini kalau ditata ekonominya kan menjadi menarik," jelasnya.
Terkait sosok yang dinilai pantas menjadi Rais Aam PBNU, Gus Kikin tidak banyak berkomentar. Namun, dia menyebut sosok Rais Aam pada masa dahulu memiliki keilmuan yang mumpuni dan mengamalkan ilmunya dalam kehidupan.
"Rais Aam kalau yang zaman dulu memang dari sisi keilmuannya mumpuni. Yang terbaik itu namanya ulama adalah yang menjaga keilmuannya, jadi amalan-amalannya atau semua kegiatannya itu berbasis dari keilmuannya," pungkasnya.
Gus Kikin sendiri menegaskan dirinya maju bukan atas keinginan pribadi. Dia menyebut pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU datang dari PWNU Jawa Timur.
"Sebetulnya saya bukan mencalonkan diri, saya dicalonkan oleh PWNU Jawa Timur," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....