Bantuan Gempa Flores LAZISMU Tahap Satu Tiba, Disalurkan ke Posyan Muhammadiyah

  • 04 Sep 2026 17:36 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Sidoarjo - Bantuan logistik untuk penyintas gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dikirim LAZISMU Jawa Timur, telah tiba di Maumere, Kabupaten Sikka. Bantuan tahap pertama tersebut langsung didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak melalui pos pelayanan (posyan) Muhammadiyah.

Bantuan sekitar dua ton itu diberangkatkan dari Dermaga TNI AL Ujung Surabaya pada 21 Agustus 2026 menggunakan KRI Teluk Parigi 539. Logistik yang dikirim antara lain ratusan family kit, makanan kemasan RendangMu dan air minum dalam kemasan.

KRI Teluk Parigi 539 tiba di Dermaga Pelabuhan Maumere pada Selasa pagi, 1 September 2026. Proses bongkar muat bantuan berlangsung selama dua hari karena banyaknya logistik yang dibawa kapal tersebut.

Penata Laksana Urusan Bantuan Logistik untuk NTT LAZISMU Muhammadiyah Jawa Timur, Aditio Yudono, mengatakan bantuan yang dikirim dari Jawa diharapkan segera diteruskan kepada warga terdampak. “Alhamdulillah bantuan logistik LAZISMU Jatim, yang merupakan donasi dari para donatur dan dermawan telah tiba di Maumere, salah satu kota Pelabuhan di pulau Flores, NTT,” kata Aditio dalam pernyataan pers di Gedung Kemanusiaan LAZISMU Jatim, Sidoarjo, Jumat, 4 September 2026.

Menurut Aditio, bantuan tersebut kemudian dibawa menggunakan truk sewaan dari Maumere menuju sejumlah wilayah yang menjadi lokasi pelayanan kemanusiaan Muhammadiyah. Beberapa wilayah tujuan distribusi di antaranya Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada dan Nagekeo.

Bantuan juga diarahkan ke posyan yang dikelola Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur atau MDMC. “Bantuan tersebut sangat dinantikan oleh para penyintas atau warga terdampak bencana di Flores. Beberapa titik posyan yang ditangani oleh MLHPB PWM Jatim atau yang lebih dikenal dengan MDMC itu antara lain di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada dan Nagekeo,” jelasnya.

Aditio mengatakan kebutuhan logistik utama di lapangan juga dipenuhi relawan MDMC dengan membeli bahan makanan dan kebutuhan pokok di sejumlah wilayah Flores. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga sekaligus menyesuaikan kondisi distribusi di lapangan.

“Sebenarnya untuk bantuan logistik utama seperti bahan makanan, sembako, dan lainnya dibeli oleh para Relawan MDMC di Flores NTT, khususnya di kota Labuhan Bajo dan beberapa kota kabupaten lainnya,” ujarnya.

Proses pengiriman bantuan dari Surabaya ke Flores membutuhkan waktu sekitar 10 hari. Menurut Aditio, KRI Teluk Parigi 539 terlebih dahulu menuju Tanjung Priok untuk mengambil bantuan dari Jakarta dan wilayah sekitarnya sebelum melanjutkan perjalanan ke Maumere.

“Kecepatan kapal pun hanya sekitar 18 knot atau 35 km per jam. Itu belum termasuk kendala cuaca di laut. Sehingga kapal tiba di Maumere NTT memakan waktu perjalanan sekitar 10 hari,” ucap Aditio.

Di lapangan, persoalan transportasi juga menjadi tantangan bagi relawan. Relawan MDMC Jawa Timur, Aris Nurhadi, mengatakan distribusi bantuan terkendala ketersediaan bahan bakar minyak, terutama solar.

“Kami, relawan Muhammadiyah Jatim di lapangan menghadapi kondisi kesulitan perihal transportasi di NTT. Hal itu di luar ekspektasi kami, dimana ketersediaan BBM terutama solar begitu langka dan sulit didapat,” kata Aris dari Posyan Riung.

Aris menyebut ketika BBM tersedia di SPBU, antrean kendaraan cukup panjang. Kondisi tersebut turut memengaruhi mobilitas relawan dan pengiriman bantuan menuju wilayah pelosok. Meski demikian, kedatangan bantuan dari Jawa dinilai membantu memenuhi kebutuhan penyintas di sejumlah posyan, termasuk Riung dan Pota.

Menurut Aris, setelah bantuan tahap pertama tiba, kebutuhan bahan pangan untuk dapur umum selanjutnya dapat dipenuhi dengan membeli bahan pokok di Flores. Hal itu dilakukan karena harga sejumlah kebutuhan mulai kembali normal setelah sebelumnya meningkat pada masa awal bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....