Mengelola Rasa Takut dengan Mendekat kepada Allah SWT

  • 03 Sep 2026 07:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Rasa takut merupakan bagian dari fitrah manusia. Namun, ketika rasa takut muncul secara berlebihan dan berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat mengganggu pikiran, kesehatan fisik, maupun aktivitas sehari-hari.

Ketua Departemen Humas PW Salimah Jawa Timur, Rachma Ayuningtyas atau yang akrab disapa Ustazah Yuyun, mengatakan rasa takut pada dasarnya merupakan respons alami yang dimiliki setiap manusia. Rasa tersebut dapat mendorong seseorang untuk mencari jalan keluar, melindungi diri, dan bertahan menghadapi persoalan.

“Setiap manusia pasti memiliki rasa takut. Itu wajar karena merupakan bagian dari fitrah manusia. Dengan rasa takut, kita bisa berusaha mencari solusi, bertahan hidup, bahkan seharusnya bisa menjadi jalan untuk lebih dekat kepada Allah,” ujar Ustazah Yuyun dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Kamis, 3 September 2026.

Dalam Al-Qur'an, rasa takut juga disebut sebagai bagian dari ujian kehidupan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155 yang artinya, “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Menurut Ustazah Yuyun, persoalan muncul ketika rasa takut tidak lagi dapat dikendalikan dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kondisi psikologis maupun fisik seseorang.

Secara psikologis, rasa takut yang berlebihan dapat membuat seseorang lebih mudah cemas, gelisah, tersinggung, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami gangguan tidur. Sementara secara fisik, tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat disertai keluhan seperti jantung berdebar, tubuh terasa tegang, sakit kepala, kelelahan, serta perubahan pola tidur dan nafsu makan.

“Ketika rasa takut itu sudah menguasai dan mengganggu aktivitas, kita perlu mengelolanya. Jangan sampai rasa takut justru membuat kita kehilangan kendali dan menjauh dari jalan keluar,” katanya.

Ustazah Yuyun mengatakan salah satu cara mengelola rasa takut adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal tersebut dapat dilakukan melalui zikir, salat, membaca Al-Qur'an, serta memperkuat keyakinan bahwa setiap persoalan dapat dihadapi dengan ikhtiar.

Hal itu sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28 yang artinya, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Selain pendekatan spiritual, Ustazah Yuyun mendorong masyarakat melakukan kegiatan positif untuk membantu mengelola pikiran. Di antaranya menulis jurnal, bercerita kepada keluarga atau orang yang dipercaya, serta mengambil waktu sejenak untuk beristirahat dari rutinitas dan persoalan yang dihadapi.

Menurutnya, seseorang juga perlu memberikan jeda dalam menghadapi persoalan agar rasa takut tidak terus menguasai pikiran. Waktu tersebut dapat digunakan untuk melakukan aktivitas positif, termasuk beristirahat atau mengalihkan perhatian pada kegiatan yang lebih membangun.

“Rasa takut itu jangan dibiarkan berlarut-larut. Kita harus berusaha mencari solusi, mengambil langkah, dan tetap mendekat kepada Allah,” ujarnya.

Ajaran untuk tetap berusaha dan memohon pertolongan Allah juga disampaikan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah kamu merasa lemah.” (HR. Muslim No. 2664).

Ustazah Yuyun menambahkan, apabila rasa takut telah berlangsung lama, semakin berat, dan mengganggu aktivitas maupun kehidupan sehari-hari, masyarakat tidak perlu ragu mencari bantuan tenaga profesional. Dengan demikian, rasa takut tidak selalu harus dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Rasa tersebut merupakan bagian dari kehidupan manusia yang dapat menjadi pengingat untuk lebih berhati-hati, mencari jalan keluar, memperkuat ikhtiar, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....