Kakanwil Kemenag Jatim: Madrasah Tidak Kampungan
- 01 Sep 2026 18:40 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur menyelenggarakan Expo Madrasah Jatim 2026 di Aula Al Ikhlas II Kanwil Kemenag Jatim, Sidoarjo pada Selasa, 1 September 2026.
- Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menyatakan bahwa expo merupakan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan siswa madrasah di berbagai bidang.
- Prestasi madrasah tidak hanya terlihat dari capaian akademik, tetapi juga dari pengembangan kemampuan siswa secara menyeluruh di berbagai aspek.
- Kakanwil Kemenag Jatim: Madrasah Tidak Kampungan
RRI.CO.ID, Sidoarjo — Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur menggelar Expo Madrasah Jatim 2026 di Aula Al Ikhlas II Kanwil Kemenag Jatim, Selasa, 1 September 2026. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, mengatakan expo menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan siswa madrasah di berbagai bidang.
Menurutnya, prestasi madrasah tidak hanya terlihat dari capaian akademik. “Tidak ada ceritanya madrasah itu kampungan,” ucap Akhmad Sruji Bahtiar, saat membuka Expo Madrasah Jatim 2026.
Kegiatan ini menampilkan berbagai karya dan prestasi siswa madrasah dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Ia menyebut sejumlah karya yang dipamerkan menunjukkan kemampuan siswa dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di antaranya robotika, sains, teknologi, seni, bahasa, hingga kewirausahaan.
“Kita ingin menghapus stigma bahwa madrasah itu kampungan. Coba kita lihat apa yang dipamerkan hari ini. Ada robotik, kemudian ada Mini Drama Competition berbahasa Inggris,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya.
Akhmad berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar di lingkungan kantor pemerintahan, tetapi juga dapat dibawa ke ruang publik. Dengan demikian, masyarakat dapat melihat langsung karya dan kemampuan siswa madrasah.
Ia juga menilai expo dapat menjadi sarana komunikasi antara madrasah dan orang tua. Orang tua, kata dia, perlu melihat capaian anak tidak hanya melalui nilai yang tercantum dalam rapor.
“Jangan hanya keberhasilan anak ditunjukkan melalui rapor tertulis. Tunjukkan karya seni mereka, kompetensi akademiknya, kreativitasnya, dan prestasinya,” katanya.
Akhmad juga meminta siswa lebih banyak terlibat dalam penyelenggaraan expo. Mulai dari menyiapkan hingga mempresentasikan karya kepada pengunjung, siswa diharapkan menjadi bagian utama dalam kegiatan tersebut.
“Guru tetap mendampingi, tetapi anak-anak harus menjadi aktor utamanya. Itulah proses pendidikan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sugiyo, mengatakan Expo Madrasah Jatim 2026 diikuti madrasah dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Sebanyak 38 stan disiapkan untuk menampilkan karya hasil seleksi dari jenjang RA, MI, MTs, dan MA.
Karya yang dipamerkan antara lain inovasi sains, robotika, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), multimedia, animasi, seni budaya, literasi, batik, kerajinan, dan kewirausahaan. Selain pameran, kegiatan juga diisi Festival Hadrah Al-Banjari yang diikuti 78 kelompok. Sementara Mini Drama Competition berbahasa Inggris diikuti 547 kelompok dan menghasilkan 30 kelompok yang melaju ke babak final.
Dalam kegiatan tersebut juga diluncurkan Sistem Informasi Prestasi Madrasah Jawa Timur (Si Presma), Buku Panduan Madrasah Unggul, Buku Panduan Gema Berbaris, serta Buku Inovasi Menggapai Prestasi yang disusun Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....