Final Mini Drama Jatim, Kakanwil Kemenag Tekankan Bahasa Inggris

  • 02 Sep 2026 09:15 WIB
  •  Surabaya

Sidoarjo — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Ahmad Sruji Bahtiar mengajak siswa madrasah memperkuat kemampuan Bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi lingkungan global. Pesan itu disampaikan saat meninjau Final Mini Drama Competition tingkat MI, MTs, dan MA di Kantor Wilayah Kemenag Jatim, Selasa, 1 September 2026.

Ahmad mengatakan kemampuan berbahasa menjadi bagian penting dari kompetensi peserta didik. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan perlu diikuti kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas agar dapat dipahami orang lain.

“Kalau kita mempunyai ilmu yang banyak, mempunyai kompetensi yang banyak, tetapi tidak mampu menyampaikannya dengan bahasa yang baik dan benar, maka apa yang kita sampaikan tidak akan bisa diserap,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu, 2 September 2026.

Ia meminta siswa tidak hanya mempelajari Bahasa Inggris untuk kepentingan akademik, tetapi juga menggunakannya sebagai sarana berkomunikasi dan memahami informasi dari berbagai lingkungan. “Perdalam kemampuan bahasa kita. Karena siapa yang menguasai bahasa suatu kaum, maka dia akan aman dari tipu daya mereka,” kata Ahmad.

Menurutnya, penguasaan bahasa juga dapat membantu peserta didik membangun komunikasi dengan masyarakat yang lebih luas. Karena itu, kemampuan tersebut perlu dilatih sejak berada di bangku madrasah. “Dengan menguasai bahasa, kita akan lebih mudah memahami orang lain dan menyampaikan apa yang kita miliki. Kuasai bahasa, maka kita akan lebih mudah menguasai lingkungan dan membangun komunikasi,” katanya.

Mini Drama Competition tahun ini mengangkat tema “Bridging Eras: Global Heritage and Green Action on Stage”. Peserta diminta menggabungkan kemampuan berbahasa Inggris dengan seni pertunjukan, sekaligus menyampaikan pesan tentang budaya dan kepedulian lingkungan.

Pada jenjang MI, peserta mengangkat tema “A Modern Story about Environmental Conservation”. Jenjang MTs menggunakan tema “Indonesian Folktale”, sedangkan jenjang MA mengangkat “International Folktale”. Setiap regu terdiri atas lima siswa.

Penilaian mencakup pemahaman drama dan kesesuaian tema, ekspresi dan penampilan, kebahasaan, serta kreativitas dan unsur pendukung pementasan. Aspek kebahasaan mendapat bobot 30 persen, meliputi pengucapan, tata bahasa, kelancaran, kosakata, serta ketepatan penggunaan bahasa.

Ahmad menilai keberanian siswa tampil menggunakan Bahasa Inggris di depan publik merupakan bagian dari proses pembentukan kepercayaan diri. Ia berharap kegiatan serupa terus memberi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan komunikasi sekaligus kompetensi lainnya.

“Anak-anak kita harus mempunyai banyak kompetensi. Tetapi kompetensi itu juga harus mampu dikomunikasikan dengan baik. Karena itu, kuasai bahasa, perdalam kemampuan berbahasa, dan terus berlatih,” ucapnya.

Kompetisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian EXPO Madrasah Jawa Timur 2026. Sebanyak 547 regu mengikuti babak penyisihan secara daring, sebelum 10 regu dengan nilai tertinggi dari masing-masing jenjang melaju ke babak final secara luring.

Pada tingkat Madrasah Aliyah, Juara 1 diraih MAN 1 Banyuwangi, disusul MAN 1 Jember sebagai Juara 2 dan MAN Insan Cendekia Pasuruan sebagai Juara 3. Juara Harapan 1 hingga 3 masing-masing diraih MAN 6 Jombang, MAN 1 Bojonegoro, dan MAN 1 Lamongan.

Untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah, MTsN 1 Kota Malang menjadi Juara 1, MTsN 4 Tulungagung Juara 2, dan MTsN 5 Jombang Juara 3. Sementara Juara Harapan 1, 2, dan 3 diraih MTsN 1 Sidoarjo, MTsN Kota Batu, dan MTsN 9 Kediri.

Sedangkan tingkat Madrasah Ibtidaiyah menempatkan MI Al Azhar Bandung Tulungagung sebagai Juara 1, MIN 1 Kota Malang Juara 2, dan MIN 4 Madiun Juara 3. Juara Harapan 1 diraih MIN 1 Lamongan, Juara Harapan 2 MIN 1 Kota Madiun, dan Juara Harapan 3 MIN 3 Bondowoso.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....