Informasi yang Belum Terkonfirmasi Jadi Tantangan Media

  • 28 Agt 2026 12:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Derasnya arus informasi di ruang digital membuat informasi yang belum terkonfirmasi menjadi tantangan bagi masyarakat dan media. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kesalahan persepsi ketika informasi langsung dianggap sebagai berita atau sebuah kebenaran.

Sekretaris Dewan Jawa Timur Moch. Ali Kuncoro mengatakan, informasi yang beredar di masyarakat perlu dibedakan dengan berita yang telah melalui proses konfirmasi. Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Musuh kita itu adalah berita yang belum terkonfirmasi. Berita itu sesuatu yang sudah terkonfirmasi, sedangkan informasi itu belum terkonfirmasi,” ujar Ali Kuncoro, Jumat 28 Agustus 2026.

Alikun mengatakan, jutaan informasi saat ini melintas di beranda media sosial masyarakat setiap harinya. Banyaknya informasi tersebut membuat masyarakat perlu mampu membedakan berita yang valid, menyesatkan, mengandung kebencian, maupun informasi yang tidak benar.

“Selama ini setiap informasi yang beredar itu sudah dianggap sebagai sebuah berita atau sebuah kebenaran. Padahal, informasi itu belum tentu sudah terkonfirmasi,” katanya.

Menurut Alikun, kecepatan penyebaran informasi dan tingkat viralitas sering kali menjadi ukuran masyarakat dalam mempercayai sebuah informasi. Kondisi itu diperparah dengan karakter masyarakat yang cenderung tidak sabaran dalam menerima dan menyikapi informasi.

“Siapa yang lebih cepat menyampaikan berita, siapa yang lebih viral, maka itu dianggap sebuah kebenaran absolut,” tuturnya.

Karena itu, Alikun meminta media mainstream tetap mengedepankan kode etik jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik. Media juga diharapkan tidak sekadar mengikuti derasnya arus linimasa tanpa memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Penguatan literasi digital juga dinilai penting, khususnya bagi ASN dan masyarakat, agar mampu memilah serta memverifikasi setiap informasi yang diterima. Dengan demikian, informasi yang disampaikan kepada publik memiliki data yang akurat dan valid serta sesuai dengan fakta di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....