Olahraga Didorong Jadi Sarana Bangun Karakter dan Perdamaian

  • 27 Agt 2026 19:06 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Olahraga dinilai memiliki peran lebih luas daripada sekadar mengejar prestasi dan medali. Aktivitas olahraga juga dapat menjadi sarana membangun karakter, meningkatkan kesehatan, memperkuat inklusivitas, hingga mendorong perdamaian.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Sharing Session bertajuk “Sports for Development and Peace” yang digelar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Sports Center bersama FIBA Indonesia. Kegiatan berlangsung di Home Theater Gedung Rektorat Unesa Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.

Sekretaris Unesa Sports Center, Donny Ardy Kusuma, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai peran olahraga dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, olahraga juga mengajarkan nilai kemanusiaan yang relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Agenda ini bisa dijadikan mahasiswa sebagai ruang diskusi yang interaktif dengan mendapatkan wawasan mendalam tentang ilmu keolahragaan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Unesa, Kamis, 27 Agustus 2026.

Sementara itu, perwakilan FIBA Indonesia Sarah Nicolina Gagola menjelaskan perbedaan antara sport development dengan sport for development and peace. Sport development lebih berorientasi pada prestasi atlet, sedangkan olahraga untuk pembangunan dan perdamaian diarahkan pada perubahan sosial.

Menurut Sarah, Indonesia perlu memperluas manfaat olahraga agar tidak hanya dinikmati atlet profesional. Masyarakat secara umum juga perlu mendapatkan akses aktivitas fisik sebagai bagian dari pola hidup sehat sepanjang hayat.

“Indonesia perlu mengalihkan fokus yang semula hanya berpusat pada segelintir atlet profesional ke arah masyarakat, agar mereka juga mendapatkan manfaat aktivitas fisik sepanjang hayat,” katanya.

Sarah juga memperkenalkan program global FIBA, basketball for good, yang memanfaatkan bola basket sebagai media pembelajaran untuk menjawab berbagai persoalan sosial. Program tersebut menyasar lima aspek, yakni perkembangan anak dan remaja, kesehatan, kesetaraan gender, inklusi disabilitas, serta integrasi sosial dan perdamaian.

“Kami memanfaatkan kekuatan permaianan bola basket dan nilai-nilai positif di dalamnya untuk membantu anak dan komunitas tumbuh lebih sehat, percaya diri, inklusif, dan peduli terhadap sesama,” lanjutnya.

Melalui pendekatan tersebut, olahraga diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas kompetitif. Nilai kerja sama, disiplin, rasa hormat dan empati yang muncul dalam olahraga dapat menjadi bekal membangun kehidupan sosial yang lebih positif.

Mahasiswa D-4 Kepelatihan Olahraga Unesa angkatan 2023, Mohammad Teuku Raya Adriano, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai olahraga dapat menjadi instrumen pembangunan karakter sekaligus alat untuk mempererat masyarakat.

“Saya berharap adanya realisasi program basketball for good pada tahun 2027 dengan merekrut relawan sebagai penggerak kegiatan. Semoga program tersebut dapat berjalan lebih cepat agar mahasiswa Unesa mendapatkan pengalaman praktis untuk terjun langsung,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....