Syukur Menjaga Nikmat dan Membuka Jalan Datangnya Nikmat
- 26 Agt 2026 07:38 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kesehatan dan kesempatan merupakan dua nikmat yang sering membuat manusia terlena. Padahal, kedua nikmat tersebut merupakan kesempatan bagi manusia untuk memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Agus Zulkarnain Da’i PW PERSIS Jawa Timur, dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Surabaya, Rabu, 26 AGustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat menjadikan syukur sebagai bagian dari ibadah dan kehidupan sehari-hari.
“Dua nikmat yang membuat banyak manusia tertipu adalah nikmat sehat dan kesempatan,” ujar Ustaz Agus.
Pernyataan tersebut sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari, bahwa terdapat dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yakni kesehatan dan waktu luang. Menurut Ustaz Agus, syukur merupakan salah satu ibadah yang penting dalam kehidupan seorang muslim.
Dengan bersyukur, seseorang tidak hanya mengakui nikmat yang telah diberikan Allah, tetapi juga berusaha menggunakan nikmat tersebut sesuai dengan perintah-Nya. “Pagi ini kita membahas satu ibadah yang jika kita lakukan, Allah akan memberikan tambahan. Ibadah ini adalah syukur, mensyukuri nikmat kepada Allah SWT,” katanya.
Ia menjelaskan, kehidupan setiap orang memiliki kondisi yang berbeda. Ada yang menghadapi persoalan ekonomi, kehidupan keluarga yang tidak mudah, maupun berbagai persoalan lainnya. Dalam kondisi tersebut, manusia tetap dianjurkan berserah diri kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya.
“Kalau ada seseorang yang hidupnya sehari-hari ruwet, tidak baik-baik saja, ekonominya pas-pasan dan sebagainya, maka itu tergantung Allah akan berbuat apa atas hidupnya. Namun Allah akan membalas kebaikan jika orang tersebut mau bersyukur,” ujarnya.
Ustaz Agus mengingatkan, janji Allah mengenai tambahan nikmat bagi orang yang bersyukur tercantum dalam Surah Ibrahim ayat 7. Dalam ayat tersebut, Allah SWT menegaskan bahwa apabila manusia bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat yang diberikan kepadanya.
Menurutnya, rasa syukur juga perlu disertai doa agar manusia senantiasa mendapat pertolongan Allah untuk mengingat, mendekatkan diri, dan tidak meninggalkan-Nya.
“Kita berseru kepada Allah agar kita dijaga Allah, selalu ingat Allah, tidak meninggalkan Allah dan didekatkan kepada Allah. Kalau bukan pertolongan Allah, kita akan sulit bersyukur atas nikmat Allah dan akan sulit dekat dengan Allah,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Muadz bin Jabal agar seseorang senantiasa memohon pertolongan Allah untuk dapat mengingat-Nya, bersyukur kepada-Nya, dan memperbaiki ibadah. Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud.
Lebih lanjut, Ustad Agus mengatakan, syukur tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan. Syukur juga harus tercermin melalui hati, jiwa, dan perbuatan. “Syukur bisa dengan lisan, misalnya bersyukur dengan mengucap basmalah. Kemudian jiwa dan raga kita dengan mendayagunakan apa yang kita miliki sesuai dengan perintah Allah. Termasuk dengan hati, yakni senantiasa melakukan segala sesuatu untuk mengharapkan rida Allah,” ucapnya.
Ia menambahkan, kesehatan, waktu, harta, ilmu, kemampuan, maupun kesempatan merupakan nikmat yang seharusnya dimanfaatkan untuk kebaikan. Hal tersebut sejalan dengan Surah An-Nahl ayat 78 yang mengingatkan bahwa Allah memberikan manusia pendengaran, penglihatan, dan hati agar manusia bersyukur.
Menurut Ustad Agus, syukur menjadi salah satu cara untuk menjaga nikmat yang telah dimiliki sekaligus membuka jalan untuk memperoleh nikmat yang belum diraih. “Ibadah syukur ini adalah ibadah yang akan melanggengkan nikmat yang Allah berikan dan meraih nikmat Allah yang belum kita raih,” ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa menjaga rasa syukur bukan perkara mudah. Manusia harus menghadapi berbagai godaan, termasuk godaan iblis yang berusaha membuat manusia lupa terhadap nikmat Allah.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus melatih diri bersyukur, baik melalui ucapan, hati maupun perbuatan. Melalui tema “Syukur: Mengikat yang Ada, Meraih yang Belum Ada”, Ustad Agus mengajak pendengar untuk tidak hanya sibuk mengejar sesuatu yang belum dimiliki, tetapi juga menyadari dan memanfaatkan berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....