Bappenas Dorong Percepatan Konsolidasi Industri Maritim Nasional

  • 22 Agt 2026 12:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Kementerian PPN/Bappenas mendorong percepatan konsolidasi industri maritim nasional. Penguatan dilakukan dengan memperkuat PT PAL Indonesia sebagai National Consolidator dan Lead Integrator industri maritim nasional.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan pemerintah bersama PT PAL segera menyusun peta jalan industri maritim nasional. Peta jalan tersebut mengatur pembagian fokus antargalangan, termasuk penguatan PT PAL pada sektor militer dan pertahanan.

“Segera kita bentuk tim bersama untuk penyusunan roadmap industri maritim,” kata Rachmat Pambudy, Jumat, 21 Agustus 2026. Pernyataan tersebut disampaikan saat bertemu Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod.

Menurut Rachmat, pengembangan industri maritim perlu dilakukan secara terintegrasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Industri maritim juga dinilai mampu memperkuat penguasaan teknologi tinggi dan kapasitas industri nasional.

Bappenas akan berkoordinasi dengan kementerian terkait mengenai rencana penerbitan Perpres sebagai landasan penguatan industri maritim. Sementara itu, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan konsolidasi perlu dilakukan secara menyeluruh.

Pembangunan kapal memiliki efek berganda terhadap berbagai sektor pendukung, termasuk dermaga, logistik, dan industri komponen. “Industri maritim merupakan salah satu industri induk yang mendorong berbagai sektor industri lainnya,” ujar Kaharuddin.

Salah satu skenario yang didorong adalah pemesanan kapal melalui PT PAL untuk kemudian didistribusikan pengerjaannya. Pengerjaan tersebut dapat melibatkan berbagai galangan kapal nasional sesuai kapasitas dan kompetensinya.

Skema tersebut dapat dilakukan melalui bundling dengan memanfaatkan produk, desain, serta teknologi PT PAL. Kaharuddin mengatakan skema tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mempercepat konsolidasi industri maritim.

Skema tersebut juga diarahkan untuk memperluas pasar serta memperkuat kapasitas industri galangan nasional. PT PAL berperan mengintegrasikan kebutuhan, desain, teknologi, dan kapasitas produksi dalam skema tersebut.

Sementara pengerjaan kapal dapat melibatkan galangan nasional lainnya sesuai pembagian kapasitas produksi. Untuk mendukung peran tersebut, PT PAL melakukan transformasi selama lima tahun terakhir.

Salah satu hasilnya adalah peningkatan kapasitas produksi melalui efisiensi waktu pengerjaan kapal. Docktime Frigate Merah Putih berhasil dipangkas dari 22 bulan menjadi delapan bulan.

Sementara Landing Dock Filipina dapat mencapai tahap peluncuran dalam waktu enam bulan. Selain meningkatkan kapasitas produksi, PT PAL juga mengembangkan teknologi pertahanan berbasis kecerdasan buatan.

Salah satunya adalah unmanned submarine berbasis Artificial Intelligence yang dikenal sebagai Kapal Selam Otonom. “Pengembangan industri maritim tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi kapal,” kata Kaharuddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....