Saling Menolong Ringankan Beban Korban Bencana
- 21 Agt 2026 07:51 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kepedulian dan semangat saling tolong-menolong menjadi bagian penting dalam membantu saudara yang mengalami musibah dan bencana. Hal itu disampaikan Content Writer Lazis Nurul Falah Surabaya, Akbar Trio Mashuri, dalam acara Dialog Lontong Balap bersama FOZ Jatim, Kamis, 20 Agustus 2026, dengan topik “Saling Tolong Menolong Saudara Kita yang Mengalami Musibah (Bencana)”.
Akbar mengatakan, manusia pada dasarnya tidak dapat hidup sendiri karena sejak lahir hingga meninggal dunia selalu membutuhkan bantuan orang lain. Menurutnya, pertolongan juga tidak selalu harus diberikan dalam bentuk materi, tetapi dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk doa. “Kita juga membutuhkan orang lain kalau misalkan kita ada kesulitan apa pun itu pasti membutuhkan bantuan dan dorongan orang lain, meskipun terkecilnya adalah pertolongan doa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ajaran Islam juga mendorong umat untuk saling membantu dalam kebaikan dan berlomba-lomba melakukan amal kebajikan. Karena itu, kepedulian terhadap korban bencana tidak semestinya berhenti pada rasa prihatin, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurut Akbar, terdapat sedikitnya tiga bentuk pertolongan yang dapat dilakukan masyarakat, yakni doa, tenaga, serta bantuan berupa uang maupun barang.
Akbar mencontohkan kondisi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Berdasarkan data yang disampaikan dalam dialog, gempa berkekuatan besar yang terjadi pada 15 Agustus 2026 menimbulkan korban jiwa, pengungsian, serta kerusakan fasilitas. Kondisi tersebut semakin membutuhkan perhatian karena masih terdapat gempa susulan sehingga kebutuhan warga terdampak terus dipantau.
Dalam kondisi tanggap darurat, kata Akbar, bantuan yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya makanan dan tempat tinggal. Kebutuhan seperti obat-obatan, perlengkapan medis, sanitasi, air bersih, selimut, perlengkapan bayi, serta kebutuhan khusus perempuan juga sangat penting. “Kebutuhan mendesaknya juga yang paling jarang diperhatikan, yaitu kebutuhan ibu dan bayi,” katanya.
Lazis Nurul Falah Surabaya, lanjut Akbar, turut berkolaborasi dengan lembaga-lembaga lain melalui Forum Zakat untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar tepat sasaran. Untuk program khusus Lazis Nurul Falah, bantuan juga diarahkan pada pemulihan pendidikan Alquran, termasuk penyediaan Alquran dan kebutuhan belajar bagi masyarakat serta santri yang terdampak bencana.
Akbar mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengirimkan barang bantuan, terutama pakaian yang sudah tidak layak pakai. Setiap bantuan barang perlu dipastikan dalam kondisi baik dan benar-benar dibutuhkan. “Kita nanti akan sangat selektif, karena kita ingin bantuan yang diberikan benar-benar berdampak dan sangat dibutuhkan,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat lebih berhati-hati ketika berdonasi melalui penggalangan dana di media sosial. Masyarakat disarankan mengecek legalitas lembaga, afiliasi, serta laporan penyaluran bantuan sebelum memberikan donasi. Menurut Akbar, lembaga zakat yang resmi memiliki izin dan mekanisme pertanggungjawaban kepada para donatur, termasuk melalui publikasi penyaluran bantuan.
Akbar berharap masyarakat tidak bersikap apatis terhadap kondisi saudara yang sedang mengalami musibah. Menurutnya, kesempatan untuk berbuat baik perlu segera dimanfaatkan karena pertolongan sekecil apa pun dapat memberikan manfaat bagi orang lain. “Kesempatan untuk berbuat baik nggak datang kedua kali. Kalau ada kesempatan emas untuk berbagi, laksanakan sekarang,” ujarnya. Ia menambahkan, semangat berbagi merupakan wujud empati sekaligus amal kebaikan yang diharapkan dapat meringankan beban sesama dan menjadi bekal amal bagi setiap orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....