Ustazah Yuyun Ingatkan Umat Islam Hindari Sifat Dengki

  • 20 Agt 2026 07:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sifat dengki atau hasad merupakan salah satu penyakit hati yang harus dihindari karena dapat merusak hubungan antar sesama. Umat Islam juga diingatkan untuk tidak membalas kedengkian dengan keburukan, tetapi menghadapinya dengan sabar, bertawakal, dan tetap berbuat baik.

Hal tersebut disampaikan Ustazah Rachma Ayuningtyas Ketua Departemen Humas PW Salimah Jatim atau yang akrab diapa Ustazah Yuyun dalam tausiyah program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Kamis 20 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Ustazah Yuyun membahas bagaimana seorang muslim menyikapi orang yang memiliki rasa dengki.

Ustazah Yuyun menjelaskan, hasad merupakan sikap iri terhadap nikmat yang dimiliki orang lain, hingga muncul keinginan agar nikmat tersebut hilang. Menurutnya, sifat tersebut tidak diperbolehkan dalam Islam dan perlu dihindari.

“Sifat dengki atau iri atas nikmat yang ada pada orang lain, yang disebut hasad, sifat ini tidak diperbolehkan dan harus kita hindari,” ujar Ustazah Yuyun.

Ia mengatakan, seseorang perlu membedakan antara hasad dengan keinginan untuk mendapatkan keutamaan yang dimiliki orang lain. Keinginan memperoleh keberhasilan yang sama tanpa berharap nikmat orang lain hilang tidak termasuk hasad.

Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat menjadi dorongan bagi seseorang untuk memperbaiki diri dan berusaha mendapatkan kebaikan yang sama. Yang perlu dihindari adalah ketika rasa iri tersebut berubah menjadi keinginan agar orang lain kehilangan nikmatnya, baik melalui perkataan maupun perbuatan.

Larangan untuk saling mendengki juga ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Imam Muslim. Rasulullah SAW mengingatkan umat Islam agar tidak saling mendengki, membenci, membelakangi, maupun saling menyakiti. Sebaliknya, umat Islam diperintahkan untuk menjadi hamba Allah yang bersaudara.

Ustazah Yuyun menambahkan, seorang muslim juga tidak boleh menzalimi, merendahkan, maupun menyakiti muslim lainnya. “Letak takwa itu ada di dada. Rasulullah menegaskan bahwa seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, sehingga tidak boleh menzalimi, merendahkan dan menyakitinya,” katanya.

Larangan terhadap sifat dengki juga menjadi salah satu pesan dalam Al-Qur'an. Dalam Surat Al-Falaq ayat 5, umat Islam diajarkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari kejahatan orang yang dengki ketika kedengkiannya muncul.

Sementara itu, Surat Ali Imran ayat 120 menggambarkan orang yang memiliki sifat dengki akan merasa sedih ketika melihat orang lain memperoleh kebaikan dan merasa senang ketika orang tersebut mendapatkan keburukan.

Menurut Ustazah Yuyun, ayat tersebut menjadi pengingat agar seorang muslim tidak larut dalam penyakit hati dan tidak mudah terpancing menghadapi orang yang memiliki rasa dengki.

Lantas, bagaimana jika seseorang justru menjadi sasaran kedengkian orang lain? Ustazah Yuyun mengatakan, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah bertawakal kepada Allah SWT. Seseorang perlu menyerahkan urusannya kepada Allah dan meyakini bahwa segala nikmat yang diperoleh merupakan pemberian Allah SWT.

Selain bertawakal, umat Islam dianjurkan meningkatkan ketakwaan, memperbanyak membaca Al-Qur'an, memohon perlindungan kepada Allah, serta berpegang teguh pada Al-Qur'an. “Kalau ada orang yang dengki kepada kita, pertama kita bertawakal kepada Allah, kemudian bertakwa, membaca Al-Qur'an dan berlindung kepada Allah,” ujarnya.

Ustazah Yuyun juga mengingatkan agar seseorang tidak terlalu mempedulikan sikap orang yang dengki. Menurutnya, perhatian sebaiknya dialihkan kepada hal-hal yang lebih bermanfaat dan kegiatan yang dapat memperbaiki diri.

Jika hubungan atau interaksi dengan orang tersebut justru terus menimbulkan persoalan, interaksi dapat dikurangi secara bijaksana. Namun, hal itu tidak berarti harus memutus silaturahmi ataupun menyimpan kebencian.

Selain itu, menghadapi orang yang dengki juga dapat dilakukan dengan tetap berbuat baik, bersabar, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan. “Jangan kita balas kedengkian itu dengan kedengkian. Kita tetap berbuat baik, bersabar dan tidak membalas,” tuturnya.

Ia mengingatkan, seseorang jangan sampai karena mendapatkan perlakuan buruk dari orang lain kemudian ikut melakukan hal yang sama. Justru, menghadapi kedengkian menjadi kesempatan untuk melatih kesabaran dan menjaga hati.

Ustazah Yuyun berharap umat Islam dapat menjaga hubungan dengan sesama, tidak mudah iri terhadap nikmat orang lain, serta menjadikan keberhasilan orang lain sebagai motivasi untuk memperbaiki diri. Dengan menjaga hati, memperkuat ketakwaan, bertawakal kepada Allah, serta tetap berbuat baik, seseorang diharapkan mampu menghadapi kedengkian tanpa ikut terjerumus dalam kebencian dan permusuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....