Memaknai Kemerdekaan lewat Aksi Kemanusiaan
- 19 Agt 2026 09:52 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia kini menemukan bentuk baru di era modern. Tidak lagi dengan mengangkat senjata melawan penjajah, nilai-nilai kejuangan tersebut kini diwujudkan dalam aksi-aksi kemanusaian dan kerelawanan saat mengantisipasi maupun menangani bencana alam.
Hal tersebut menjadi benang merah dalam program siaran interaktif "Dialog Tanjung Perak Pagi: Kentongan" yang disiarkan langsung melalui udara oleh RRI Pro 4 Surabaya (96.8 FM) pada Rabu, 19 Agustus 2026. Mengangkat tema "Satu Jiwa, Satu Bangsa: Mewarisi Jiwa 45 dalam Aksi Kemanusiaan", dialog ini menghadirkan perwakilan dari Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur bersama mitra strategisnya, Komunitas Roodebrug Soerabaia.
Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Komunitas Roodebrug Soerabaia, Satrio Sudarso, menegaskan bahwa perayaan Bulan Kemerdekaan di bulan Agustus ini menjadi momen yang sangat tepat untuk merefleksikan kembali arti pahlawan. Menurutnya, ada benang merah yang sangat kuat antara nilai-nilai kejuangan era 1945 dengan napas kerelawanan bencana saat ini.
"Materi kemanusiaan ini merupakan bagian dari program besar SRPB. Kami sebagai mitra melihat bahwa dalam momen memperingati Kemerdekaan di bulan Agustus ini, sangat relevan untuk mengaitkan kepahlawanan para pejuang masa lalu dengan spirit kerelawanan bencana di masa kini," ujar Satrio dalam siaran tersebut.
Satrio menambahkan, jika dulu para pejuang mengorbankan jiwa dan raga demi kedaulatan bangsa dari cengkeraman penjajah, maka para relawan hari ini berjuang mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menyelamatkan sesama dari ancaman bencana. Nilai keikhlasan, gotong royong, dan pantang menyerah itulah yang menjadi warisan 'Jiwa 45' yang sesungguhnya.
Sinergi antara kegiatan edukasi sejarah yang diusung Roodebrug Soerabaia dan aksi mitigasi bencana oleh SRPB ini diharapkan mampu memberikan pemahaman baru bagi masyarakat luas. Bahwa menjadi pahlawan tidak harus menunggu momentum besar, melainkan bisa dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Menjelang akhir siaran, Divisi Personalia & Pengembangan Organisasi Roodebrug Soerabaia, Garti Haningsih, memberikan pesan mendalam yang ditujukan khusus kepada generasi muda dan elemen relawan di seluruh Indonesia agar terus merawat semangat kepedulian sosial.
"Untuk para pemuda dan para relawan semua, perjuangan itu tidak selalu melawan penjajah, tapi berjuang itu termasuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan, dengan menangani bencana alam dan kejadian yang butuh bantuan," tutur Garti menutup dialog interaktif pagi tersebut.
Melalui siaran ini, RRI Pro 4 Surabaya bersama SRPB Jawa Timur dan Roodebrug Soerabaia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memelihara rasa empati nasionalisme. Dengan bersatu dan saling membantu di medan kemanusiaan, spirit kemerdekaan akan terus
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....