Lomba Agustusan Jadi Sarana Asah Soft Skill Siswa
- 20 Agt 2026 01:39 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,SURABAYA - Meski peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI telah berlangsung pada 17 Agustus lalu, sejumlah sekolah di Surabaya masih menggelar berbagai lomba untuk menyemarakkan suasana kemerdekaan. Kegiatan tersebut dinilai penting karena pendidikan siswa tidak hanya menyangkut kemampuan akademik atau hard skill, tetapi juga soft skill dan pengalaman belajar.
Sejumlah pendidik di Surabaya menyampaikan hal tersebut kepada Pro1 melalui sambungan telepon, Rabu, 19 Agustus 2026. Menurut mereka, perlombaan dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus melatih kerja sama, komunikasi, sportivitas, kreativitas dan kepercayaan diri siswa.
MI Baiturrahman Surabaya, misalnya, menggelar lomba memindahkan air dari gelas ke botol, estafet hanger, estafet karung dan berbagai permainan lainnya. Kepala MI Baiturrahman Surabaya, Muhammad Sahrul Suhartaji, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. “Semua ini untuk melatih siswa dalam kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa momentum kemerdekaan juga dapat menjadi sarana mengenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi muda. Menurutnya, siswa perlu memiliki karakter kuat agar tidak mudah terbawa arus perkembangan zaman. “Generasi muda jangan sampai ikut arus zaman. Harus mempunyai pendirian yang dilandasi kejujuran, kebenaran dan moral religius yang tangguh,” katanya.
Sementara itu, Guru SMK Negeri 12 Surabaya, Mulyadi Bayu Wibisana, menekankan pentingnya keseimbangan antara keterampilan teknis dan soft skill. Menurutnya, kemampuan seperti kerja sama, kepemimpinan, public speaking dan problem solving sangat dibutuhkan siswa sebagai bekal memasuki dunia kerja. “Utamanya adalah melatih siswa akan soft skill. Namun harus lewat proses pengajaran yang benar,” katanya.
Guru SMK Negeri 12 Surabaya lainnya, Janggan Jatmiko, menilai kolaborasi antara sekolah dan dunia industri juga diperlukan untuk membentuk karakter serta budaya kerja siswa. Menurutnya, proses pembelajaran tidak cukup hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi perlu diperkuat melalui praktik dan pengalaman langsung.
Janggan mengatakan kegiatan lomba, organisasi, ekstrakurikuler, praktik industri hingga kompetisi seperti Lomba Kompetensi Siswa atau LKS dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar. Berbagai kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk mengasah kemampuan, membangun mental, belajar bekerja sama serta mengenali kelebihan dan kekurangan diri.
“Mix and match dalam pendidikan sangat perlu. Penguatan soft skill dan keterampilan teknis secara seimbang diharapkan mampu melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, adaptif dan siap menghadapi dunia kerja,” pungkas Janggan. Dengan demikian, kegiatan sederhana seperti lomba Agustusan dapat menjadi bagian dari proses pendidikan karakter sekaligus wahana untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....