UNAIR Terjunkan Tim Aju Tanggap Darurat ke NTT
- 19 Agt 2026 08:32 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gerak cepat Universitas Airlangga (UNAIR) kembali diwujudkan melalui Garda Ksatria Airlangga dalam respons bencana gempa NTT. UNAIR melepas tim aju tanggap darurat menuju lokasi terdampak gempa NTT.
Pelepasan berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI di Balai RUA, Kampus MERR-C UNAIR. Tim dipimpin dr Teddy Wardhana Sp OT, Koordinator Bantuan Medis Garda Ksatria Airlangga.
Tim bertugas mengidentifikasi kondisi lapangan, memetakan kebutuhan medis, serta membantu penanganan korban fase akut. Rektor UNAIR Prof Muhammad Madyan SE MSi MFin menyebut penerjunan tim sebagai bentuk kepedulian.
“Kami sebagai institusi pendidikan tinggi juga turut berbelasungkawa atas bencana yang melanda NTT,” ucapnya, Selasa, 18 Agustus 2026. Menurutnya, UNAIR memiliki tanggung jawab menghadirkan manfaat bagi masyarakat dalam situasi kebencanaan.
“Penerjunan ini menjadi wujud kontribusi dan respons UNAIR,” katanya. Prof Madyan juga mengapresiasi kesiapan tim yang diberangkatkan menuju wilayah terdampak bencana.
“Saya mengapresiasi tim yang siap berangkat ke lokasi bencana. Selalu jaga nama baik UNAIR,” ujarnya. Tim aju diperkuat tiga PPDS, dokter senior spesialis anestesi dan orthopedi, serta perawat.
Seorang PPDS yang merupakan putra daerah turut memperkuat tim dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan. dr Teddy menjelaskan, tim akan mengakses kebutuhan medis sekaligus berkoordinasi dengan BPBD setempat.
“Prioritas kami adalah korban-korban yang membutuhkan penanganan segera,” ujar dr Teddy. Menurutnya, keterbatasan dokter bedah dan anestesi membuat dukungan medis sangat dibutuhkan selama fase akut.
Tim juga membawa perlengkapan operasi, anestesi, serta kebutuhan pendukung untuk bekerja secara mandiri. UNAIR turut berkoordinasi dengan PABOI guna memperkuat jejaring penanganan medis di wilayah terdampak.
Selain memberikan pelayanan, tim akan mendata kebutuhan riil sebagai dasar dukungan UNAIR berikutnya. Kebutuhan tersebut mencakup layanan medis, dukungan psikologis, serta penanganan trauma pascabencana.
“Tim aju ini mendata dan mengidentifikasi kebutuhan agar tim berikutnya bisa menyusul," ujar dr Teddy. Ia menambahkan, UNAIR dapat mengirimkan dukungan psikologis apabila penyintas membutuhkan penanganan PTSD.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....