BPBD Jatim Dukung Simulasi Gempa dan Kebakaran RSUD Dr Soetomo
- 01 Agt 2026 13:29 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - BPBD Jawa Timur mendukung pelaksanaan Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Kebakaran (Disaster and Fire Drill) yang digelar RSUD Dr Soetomo bersama BPBD Kota Surabaya dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan rumah sakit.
Simulasi melibatkan sekitar 250 pegawai dari berbagai profesi dan dilaksanakan di lantai 5 dan 6 Gedung Pusat Diagnosis Terpadu (GPDT) serta Gedung Onkologi. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut evaluasi pascakebakaran yang sempat terjadi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pada Mei lalu.
"Di akhir simulasi memang ada beberapa evaluasi. Namun evaluasi itu menjadi bekal agar pelaksanaan kegiatan serupa semakin baik pada tahap berikutnya. Kami mengapresiasi kesiapan dan antusiasme seluruh peserta selama mengikuti setiap tahapan simulasi,” kata Ketua Tim Pencegahan BPBD Jawa Timur, Dadang Iqwandi.
Simulasi diawali dengan gladi ruang atau Table Top Exercise (TTX) yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya. Peserta kemudian menjalankan skenario evakuasi sesuai pembagian tugas dan prosedur tanggap darurat yang telah disusun.
"Simulasi seperti ini penting untuk meningkatkan kapasitas kebencanaan di lingkungan rumah sakit. Harapannya, jika terjadi insiden sebenarnya, seluruh personel sudah memahami peran dan prosedur yang harus dilakukan," ujar Dadang.
Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, bersama jajaran direksi turut menyaksikan jalannya simulasi. Sejumlah unsur pendukung seperti BPBD Kota Surabaya, Damkar Surabaya, Polsek, dan Koramil juga terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Pencegahan selalu lebih penting daripada mengobati. Saya ingin seluruh pegawai menanamkan kesiapsiagaan melalui pelatihan yang serius sehingga benar-benar siap ketika menghadapi kondisi darurat. Kesiapan itu hanya bisa dibangun melalui latihan yang dilakukan secara berkala,” kata Cita.
Menurut Cita, kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif di fasilitas pelayanan kesehatan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat respons sekaligus meminimalkan risiko apabila terjadi keadaan darurat.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada BPBD Jawa Timur, BPBD Kota Surabaya, Damkar Surabaya, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini menjadi modal penting untuk mewujudkan rumah sakit yang semakin tangguh menghadapi bencana," tutup Cita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....