Bukan Hanya Kurikuler, kegiatan Ekstrakurikuler Penting untuk Masa Depan Siswa

  • 18 Agt 2026 14:25 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,SURABAYA - Keterampilan dan kemampuan siswa tidak hanya ditentukan dari prestasi akademik. Kemampuan nonakademik atau soft skill juga dinilai penting untuk menunjang perkembangan kepribadian serta kesuksesan siswa di masa depan.

Hal tersebut disampaikan para pendidik di Surabaya melalui sambungan telepon Pro1, Selasa 18 Agustus 2026. Mereka menilai, sekolah perlu memberikan ruang yang cukup bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik.

Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Dr. Untung Lasiyono, mengatakan kemampuan siswa tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan teknis. Menurutnya, kemampuan nonteknis perlu dibangun sejak di bangku sekolah melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat siswa.

“Siswa juga harus mempunyai soft skill. Oleh karena itu di sekolah seyogyanya siswa dilatih berorganisasi, dilatih kepemimpinan. Ekstrakurikuler diperlukan sekali di sekolah,” kata Untung, sapaan akrabnya.

Menurut Untung, kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi sarana bagi siswa untuk belajar bekerja sama, berkomunikasi, memimpin, sekaligus bertanggung jawab. Berbagai pilihan kegiatan seperti seni tari, seni musik, bahasa asing, pencak silat, teater dan kegiatan lainnya dapat menjadi wadah pengembangan potensi siswa.

Kemampuan tersebut juga dinilai penting khususnya bagi siswa sekolah kejuruan yang dipersiapkan memasuki dunia kerja. Pengalaman mengikuti kegiatan nonakademik dapat membantu siswa membangun kepercayaan diri sekaligus mengasah kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

Guru Kepariwisataan SMK Satya Widya Surabaya, Rangga Galung Rihardika, S.Tr.Par., mengatakan kegiatan ekstrakurikuler maupun pembelajaran pendukung sangat diperlukan di sekolah kejuruan pariwisata. Menurutnya, siswa perlu mendapatkan pengalaman yang berkaitan langsung dengan dunia pariwisata, seperti guiding, tour planning dan historis pariwisata.

“Namun semuanya harus memperdalam bahasa Inggris untuk komunikasi dengan wisatawan asing,” tambah Rangga Galung Rihardika. Ia berharap penguatan soft skill dan kemampuan bahasa dapat berjalan beriringan dengan pembelajaran kejuruan, sehingga siswa memiliki bekal yang lebih lengkap untuk menghadapi dunia kerja dan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....