Industri Sepatu Mojokerto Diperkuat Pendampingan Ubaya
- 18 Agt 2026 12:20 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Penguatan industri sepatu lokal di Kabupaten Mojokerto terus didorong melalui kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Universitas Surabaya (Ubaya) mengambil peran melalui Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD).
Melalui program tersebut, Ubaya bersama Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) mendampingi dua kelompok pengrajin sepatu, AZERO dan REDMON. Pendampingan mencakup peningkatan kapasitas produksi, pengelolaan usaha, inovasi produk, hingga pemasaran digital.
Program bertajuk "Harmonisasi Kewirausahaan Berkelanjutan melalui Peningkatan Kualitas Produksi dan Pemasaran untuk Produk Unggulan Sepatu Olah Raga di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur" mendapat dukungan DPPM Ditjen Risbang Kemdiktisaintek.
Kepala Bidang ILMATET Disperindag Kabupaten Mojokerto, Silvia Dewi, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara kampus dan pemerintah dapat memperkuat daya saing industri sepatu lokal.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Disperindag Mojokerto siap bersinergi menyukseskan program ini supaya UKM sepatu di Mojokerto semakin berkualitas, berdaya saing, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Silvia.
Pendampingan tidak hanya menyasar kemampuan produksi, tetapi juga mendorong pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Mitra mendapatkan sejumlah peralatan, seperti mesin press sol hidrolik universal dan mesin cutting, serta aplikasi pembukuan dan keuangan.
Peralatan tersebut diberikan bersama pelatihan agar mampu dimanfaatkan secara berkelanjutan. Materi pendampingan meliputi penggunaan mesin, analisis tren, desain produk, company profile, pengelolaan media sosial, hingga live streaming untuk pemasaran.
“Pendekatan PM-UPUD menempatkan mitra AZERO dan REDMON sebagai pelaku utama dalam transformasi usaha. Tim tidak hanya menghadirkan pelatihan dan teknologi, tetapi juga mendampingi proses produksi, pengelolaan bisnis, dan pemasaran agar kemampuan tersebut dapat diteruskan secara mandiri,” kata Ketua Tim Pelaksana, Dr. Bertha Silvia Sutejo.
Kolaborasi tersebut juga melibatkan dosen dari sejumlah bidang keahlian. Bertha Silvia Sutejo berkontribusi dalam bidang manajemen, Nur’annafi Farni Syam Maella dari Unitomo pada komunikasi, Tyrza Adelia pada informatika, serta Mohammad Arbi Hidayat pada teknik industri.
Mahasiswa Ubaya turut terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pemasaran, dokumentasi, pengembangan bisnis, hingga pengembangan aplikasi pembukuan. Keterlibatan lintas keahlian ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa.
Bagi Saifudin, pemilik AZERO, pendampingan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berdampak pada usaha, tetapi juga masyarakat sekitar. Komitmen Ubaya dalam pengembangan industri alas kaki Mojokerto mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Ubaya menerima penghargaan sebagai mitra strategis dan kampus berdampak dalam mendukung kualitas produksi, pengembangan produk, serta pemasaran produk unggulan daerah.
“Aktivitas program diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga memperluas peluang kerja dan menggerakkan ekonomi lokal Mojokerto,” tuturnya.
Sementara Wakil Bupati Mojokerto, dr. Muhammad Rizal Octavian, mewakili Bupati Mojokerto menyerahkan piagam penghargaan kepada Rektor Ubaya, Benny Lianto. Dua pelaku IKM alas kaki juga menerima bantuan peralatan, yakni Fatkhurrohman berupa mesin cutting dan Saifudin berupa mesin press universal.
Rizal menilai sinergi tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas pasar produk industri kecil dan menengah. Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, kementerian, dan pelaku industri menjadi langkah memperkuat ekosistem alas kaki di Mojokerto. Melalui PM-UPUD, pendampingan diarahkan agar pengetahuan dan teknologi kampus dapat menghasilkan dampak berkelanjutan bagi usaha dan ekonomi masyarakat.
“Sinergi ini diharapkan bisa menaikkan kapasitas produksi, kualitas, dan daya saing IKM sehingga bisa menembus pasar yang lebih luas. Terima kasih atas dukungan Kemdiktisaintek dan Ubaya yang konsisten melakukan pemberdayaan di wilayah Kabupaten Mojokerto,” ujar Rizal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....