TADEA 2026 Dukung Produktivitas Petani Garam Bangkalan

  • 14 Agt 2026 16:38 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • AAJI menyalurkan geomembran seluas 1.600 meter persegi untuk petani tambak garam Bangkalan
  • Teknologi geomembran diharapkan mempercepat panen dan meningkatkan produktivitas petani garam.
  • AAJI juga menyalurkan charity TADEA ke-39 kepada Rumah Usiawan Panti Surya Surabaya.

RRI.CO.ID, Surabaya - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menghadirkan kontribusi sosial melalui rangkaian Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang apresiasi insan asuransi jiwa, tetapi juga menghadirkan program sosial bagi masyarakat.

Salah satunya melalui Industry Social Responsibility (ISR) bertajuk AAJI Peduli Bumi. Program tahun ini diwujudkan dengan bantuan teknologi bagi petani tambak garam di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

AAJI menyalurkan bantuan geomembran seluas 1.600 meter persegi kepada petani tambak garam. Bangkalan menjadi salah satu daerah penghasil garam yang mendapat dukungan peningkatan produktivitas melalui teknologi tersebut.

Ketua Panitia TADEA 2026 Antonius Probosanjoyo mengatakan, industri asuransi jiwa tidak hanya berfokus pada perlindungan finansial. Industri juga turut berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

“Keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang menjaga lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana kita membantu masyarakat agar dapat bekerja lebih produktif,” ujar Antonius. Ia berharap peningkatan produktivitas dapat mendorong pendapatan masyarakat dan membuat mereka menatap masa depan lebih optimis.

Program AAJI Peduli Bumi merupakan kelanjutan inisiatif sosial AAJI pada tahun-tahun sebelumnya. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen industri asuransi jiwa menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sebelumnya, AAJI berkontribusi melalui penanaman mangrove untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Tahun ini, program dilanjutkan melalui dukungan teknologi geomembran bagi petani tambak garam.

Geomembran yang digunakan berbahan High Density Polyethylene (HDPE) dan memiliki daya tahan tinggi. Teknologi tersebut membantu mencegah rembesan, menjaga kualitas tambak, serta mengurangi potensi pencemaran lingkungan.

Warna hitam pada geomembran mampu menyerap panas secara optimal. Kondisi tersebut membantu mempercepat penguapan dan kristalisasi garam sehingga proses panen diharapkan lebih cepat.

“Kami berharap teknologi sederhana ini dapat semakin meningkatkan tekad para petani garam yang luar biasa,” kata Antonius. Ia berharap produksi lebih optimal, panen lebih cepat, dan hasil yang diperoleh petani semakin baik.

Selain program AAJI Peduli Bumi, AAJI juga menyalurkan charity TADEA ke-39 kepada Rumah Usiawan Panti Surya di Surabaya. Bantuan tersebut menjadi bagian dari TADEA 2026 yang mengusung semangat berbagi dan menciptakan manfaat bagi sesama.

Melalui rangkaian kegiatan sosial tersebut, AAJI memperkuat komitmen menghadirkan dampak positif berkelanjutan. Semangat tersebut sejalan dengan tema AAJI tahun ini, “Menjaga Kepercayaan, Mengukir Makna”.

“Semoga bantuan yang kami serahkan bukan hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan,” ujar Antonius. Ia berharap bantuan tersebut memperkuat kesejahteraan masyarakat dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat.

Kegiatan ISR ini turut didukung sejumlah perusahaan anggota AAJI. Dukungan tersebut antara lain berasal dari AXA Mandiri, Prudential, Allianz Life, BRI Life, Bumiputera 1912, Great Eastern Life, dan BCA Life.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....