Takwa Jadi Jalan Menuai Keberuntungan
- 14 Agt 2026 15:26 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Jamaah Masjid Al-Muhajirin di lingkungan Pemkot Surabaya diajak menjadikan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan. Pesan tersebut disampaikan KH. Drs. Sholihin Yusuf dalam khutbah Jumat yang disiarkan langsung melalui Program Silang Jumatan Pro 4 RRI Surabaya, Jumat 14 Agustus 2026.
KH. Drs. Sholihin Yusuf menegaskan, kehidupan manusia di dunia hanya berlangsung sementara. Karena itu, keuntungan terbesar dalam kehidupan adalah ketika manusia mampu menjalankan ketaatan kepada Allah, sedangkan kerugian terbesar terjadi ketika manusia memilih jalan kemaksiatan.
“Tidak ada sesuatu yang mendatangkan keuntungan yang paling besar kecuali kita taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan sebaliknya tidak ada yang mendatangkan kerugian yang sangat besar selain bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Ia mengajak jamaah memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi pribadi yang bertakwa. Keinginan tersebut, menurutnya, harus diwujudkan melalui usaha sungguh-sungguh dalam menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi berbagai larangan-Nya.
Selain memiliki keinginan untuk bertakwa, umat Islam juga diingatkan agar senantiasa berjalan di atas garis lurus yang telah ditentukan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orientasi kehidupan hendaknya diarahkan untuk beribadah dan mencari ridha Allah, baik dalam kehidupan keluarga maupun ketika menjalankan amanah di tengah masyarakat dan negara.
Menurut KH. Drs. Sholihin Yusuf, kesadaran bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan Allah juga menjadi bagian penting dalam membangun ketakwaan. Manusia diciptakan, dihidupkan, diberikan penglihatan, hati, serta berbagai kemampuan oleh Allah.
Karena itu, seluruh kehidupan semestinya dikembalikan kepada tujuan penghambaan kepada-Nya.
Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia bukanlah kehidupan yang kekal. Kematian merupakan ketetapan Allah dan manusia pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.
Kesadaran tersebut diharapkan mampu mendorong umat untuk mempersiapkan kehidupan akhirat melalui amal ibadah dan kepatuhan kepada Allah.
Dalam khutbahnya, ia mencontohkan kisah Nabi Musa dengan Firaun serta Nabi Ibrahim dengan Namrud. Menurutnya, perjalanan para nabi menunjukkan bahwa kebenaran dan ketaatan kepada Allah pada akhirnya akan menjadi jalan keselamatan, meskipun dalam prosesnya menghadapi berbagai tantangan dan ujian.
KH. Drs. Sholihin Yusuf kemudian mengajak jamaah untuk menjadi hamba Allah yang sadar, amanah, serta senantiasa berada di jalan ibadah dan penghambaan. Ia berharap pesan khutbah Jumat tersebut menjadi tambahan pengetahuan sekaligus bahan renungan agar umat semakin serius menjalankan aturan Allah dan mengikuti tuntunan yang dibawa Nabi Muhammad SAW.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....