Pakar Kebencanaan ITS Ingatkan Ancaman "Bangkrut Air" di Indonesia
- 14 Agt 2026 06:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Pakar kebencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Amien Widodo, mengingatkan ancaman “bangkrut air” di Indonesia. Menurutnya, sejumlah negara mulai menghadapi kondisi ketika cadangan air tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Di beberapa negara, sekarang bukan krisis air lagi, tapi namanya bangkrut air,” kata Amien, Kamis, 13 Agustus 2026. Ia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi ketika jumlah air yang disimpan tidak sebanding dengan pemanfaatannya.
“Artinya, apa yang sudah ditabung dan yang dikeluarkan, tidak ada yang ditabung lagi,” ujarnya. Amien menilai Indonesia perlu mulai memikirkan potensi tersebut karena persoalan air terus berulang setiap tahun.
Saat musim hujan, sejumlah wilayah menghadapi banjir dan tanah longsor akibat tingginya aliran permukaan. “Kalau musim hujan kita mengalami kebanjiran, tanah longsor, tapi musim kemarau kekeringan,” katanya.
Menurut Amien, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan manajemen air yang perlu segera dievaluasi secara menyeluruh. Ia menilai pemerintah perlu menghitung kembali jumlah air hujan yang meresap ke tanah dan mengalir.
Selain itu, jumlah air yang dapat dimanfaatkan juga harus diketahui untuk memastikan ketersediaan air. “Harus dihitung ulang, sehingga kita bisa tahu ternyata memang kita bangkrut, kita kekurangan air,” ujarnya.
Sementara itu, Maya salah satu warga Surabaya mengharapkan pemerintah kembali menggalakan program reboisasi hutan. "Harapannya, air hujan yang turun di musim hujan sebagai upaya untuk menampung air hujan ke dalam tanah," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....