Baiatul Aqabah Ajarkan Kepedulian Sosial
- 03 Jun 2026 07:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Sekretaris PW Persis Jawa Timur, Nur Adi Septanto, mengajak umat Islam mengambil pelajaran dari peristiwa Baiatul Aqabah yang menjadi tonggak komitmen, pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam perjuangan dakwah Islam. Nilai-nilai tersebut dinilai masih relevan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan masyarakat saat ini.
Hal itu disampaikan dalam tausiyahnya di program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Rabu, 3 Juni 2026. Ustad Adi mengatakan suasana Idul Adha yang telah berlalu hendaknya menjadi momentum untuk terus menjaga keistiqamahan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.
"Suasana Idul Adha sudah berlalu dan insyaallah kita menyongsong hari-hari berikutnya dengan harapan Allah tetap memberikan kesehatan dan kekuatan kepada kita untuk tetap istiqamah dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya," katanya.
Menurutnya, Al-Qur'an menghadirkan banyak kisah sebagai petunjuk bagi manusia. Salah satu pelajaran penting dari Baiatul Aqabah adalah komitmen kaum Anshar untuk mendukung dakwah Rasulullah SAW. Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui dukungan dan kepedulian mereka kepada kaum Muhajirin setelah hijrah ke Madinah.
Ustad Adi menjelaskan Allah SWT mengabadikan keteladanan kaum Anshar dalam Surah Al-Hasyr ayat 9 yang menggambarkan kecintaan mereka kepada kaum Muhajirin serta kesediaan mengutamakan kepentingan saudaranya meskipun mereka sendiri juga memiliki kebutuhan.
"Orang-orang Anshar telah memiliki keimanan yang kuat. Pondasi keimanan itulah yang menjadi modal utama sebelum mengemban amanah. Mereka menunjukkan kecintaannya kepada kaum Muhajirin dengan menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan apa yang dibutuhkan saudara-saudaranya," ujarnya.
Ia menambahkan, kaum Muhajirin rela meninggalkan kampung halaman, harta benda, perkebunan, dan tempat tinggal demi mempertahankan akidah serta memperoleh kebebasan untuk menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.
Sementara itu, kaum Anshar menunjukkan ketulusan dengan senang berbagi dan membantu kebutuhan kaum Muhajirin tanpa mengedepankan kepentingan pribadi maupun kecintaan terhadap dunia.
"Mereka tidak merasa berat hati membantu. Bahkan mereka mendahulukan kepentingan orang lain meskipun diri mereka sendiri juga membutuhkan. Dari ketulusan sahabat Anshar inilah kita belajar bagaimana memprioritaskan kepentingan orang lain," katanya.
Menurut Ustad Adi, keteladanan Rasulullah SAW dalam mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar menunjukkan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Keimanan yang kuat harus tercermin dalam sikap saling membantu dan memberikan manfaat kepada sesama.
"Meneladani Rasulullah bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam kepedulian sosial. Islam mengajarkan umatnya untuk hadir membantu sesama, memperkuat persaudaraan, dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat," ujarnya.
Ustad Adi menilai nilai-nilai yang tercermin dalam Baiatul Aqabah dan ditunjukkan oleh kaum Anshar sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Menurutnya, berbagai persoalan sosial membutuhkan kepedulian serta kesediaan untuk memperjuangkan kepentingan bersama yang didasari keimanan yang kuat.
"Ketika fakta kehidupan bertemu dengan keimanan yang kuat, akan lahir orang-orang yang siap berjuang untuk kepentingan umat dan masyarakat. Karena itu, pendidikan keimanan yang baik menjadi fondasi yang sangat penting," katanya.
Ia juga mengajak umat Islam untuk membantu orang-orang di sekitarnya sesuai kemampuan dan peran masing-masing.
"Kita mungkin tidak berada pada kondisi seperti kaum Anshar dan Muhajirin, tetapi semangatnya bisa kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Membantu tetangga yang kesulitan, berbagi ilmu, tenaga, maupun perhatian merupakan bentuk kepedulian yang sangat dibutuhkan saat ini," ujar Ustad Adi.
Pesan tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, "Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim).
Ia berharap semangat pengorbanan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang dicontohkan Rasulullah SAW, kaum Anshar, dan kaum Muhajirin dapat terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan manfaat bagi sesama serta memperkuat persatuan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....