Ahmad Dhani Dorong Kemajuan Surabaya Tetap Berpijak pada Budaya
- 11 Agt 2026 18:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Perkembangan Surabaya menjadi kota metropolitan dinilai membawa perubahan besar terhadap wajah dan identitas masyarakatnya. Namun, Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Dhani Prasetyo mengingatkan agar kemajuan tersebut tetap diimbangi dengan penguatan seni, musik, dan kebudayaan.
Hal itu disampaikan Ahmad Dhani saat mengunjungi Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa, 11 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat karya peserta Lomba Fotografi Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) Indonesia sekaligus menjadi narasumber dalam agenda bincang santai.
Dhani mengatakan dirinya telah melihat perkembangan Surabaya sejak awal 1990-an. Menurutnya, perubahan kota dalam tiga dekade terakhir sangat signifikan, terutama dari sisi pembangunan dan pertumbuhan kawasan perkotaan.
“Surabaya itu tidak kalah maju. Banyak daerah yang dulu kosong, tiba-tiba sekarang menjadi sebuah kota yang maju, penuh dengan gedung-gedung,” ujar Dhani.
Menurut Dhani, kemajuan Surabaya juga mengubah cara masyarakat luar memandang kota tersebut. Jika dahulu warga Surabaya kerap dianggap sebagai anak daerah, kini identitas Surabaya justru semakin kuat dan menarik di mata masyarakat luar.
“Dulu ada semacam anggapan bahwa anak Surabaya itu anak daerah. Sekarang mungkin tidak seperti itu. Surabaya sudah menjadi identitas yang menarik,” katanya.
Ia menilai karakter khas masyarakat Surabaya, termasuk budaya dan logat, justru menjadi bagian dari daya tarik kota. Perubahan pandangan tersebut menurutnya menunjukkan bahwa identitas lokal dapat berkembang menjadi kekuatan di tengah modernisasi.
“Dulu kalau ada perempuan Surabaya yang cantik tetapi logatnya Jawa, cowok-cowok Jakarta bisa mundur. Sekarang malah rebutan. Sekarang itu menjadi menarik,” lanjutnya.
Dhani juga mengapresiasi kontribusi sejumlah kepala daerah dalam mengubah wajah Surabaya. Salah satu periode yang disorot adalah kepemimpinan Tri Rismaharini yang dinilainya membawa perubahan nyata terhadap lingkungan perkotaan.
“Saya harus mengakui bahwa Kota Surabaya ketika Bu Risma menjadi wali kota mengalami perubahan yang nyata. Dulu Surabaya itu panas. Zaman saya memang panas. Sekarang jauh berbeda,” tegas Dhani.
Menurutnya, perubahan tersebut juga dirasakan masyarakat dari luar Surabaya yang berkunjung untuk pertama kalinya. Dhani menyebut sejumlah rekannya bahkan memberikan respons positif setelah melihat kondisi Surabaya saat ini.
“Beberapa teman saya yang belum pernah ke Surabaya, ketika pertama kali datang ke Surabaya, suka. Mereka bilang, ‘Ini memang Surabaya sekarang jauh berbeda dengan Surabaya di zaman saya’,” tuturnya.
| Baca juga: Merawat Sejarah, Meneguhkan Jati Diri Bangsa |
Meski mengapresiasi kemajuan fisik kota, Dhani mengingatkan pembangunan tidak boleh mengesampingkan ekosistem seni dan budaya. Menurutnya, keberadaan ruang kreativitas menjadi penting agar generasi muda tetap memiliki tempat untuk berkarya dan mempertahankan karakter budaya Surabaya.
“Saya berharap fasilitas-fasilitas untuk dunia seni, musik, dan budaya tetap ada. Jangan sampai pembangunan kota justru membuat ruang kreativitas semakin jauh,” tegasnya.
Dhani juga menilai karakter warga Surabaya yang terbuka dalam menyampaikan kritik dan saran menjadi modal positif bagi perkembangan kota. Menurutnya, keberanian masyarakat menyampaikan masukan secara langsung dapat membantu mengawal pembangunan agar tetap sesuai kebutuhan warga.
“Kalau mengkritisi dan menyampaikan saran, mereka selalu to the point. Tidak bela-bela atau bagaimana. Saya yakin ini juga menjadi nilai tambah,” tambahnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Dhani untuk melihat keterkaitan antara perkembangan kota, budaya, dan kehidupan masyarakat. Ia menyebut keberanian mengambil keputusan telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, termasuk ketika meninggalkan Surabaya untuk berkarier di Jakarta dan kemudian terjun ke dunia politik.
“Saya dari Surabaya, bermain musik di Jakarta, itu sudah sesuatu yang nekat. Kemudian masuk ke bidang politik juga nekat,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....