Komnas Perlindungan Anak Surabaya Ajak Masyarakat Rangkul Anak Inklusi

  • 25 Jul 2026 15:10 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Komisi Nasional Perlindungan Anak Kota Surabaya dorong seluruh sekolah di Surabaya untuk memberikan perlindungan dan pendidikan yang layak bagi siswa berkebutuhan khusus. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komnas PA Surabaya Syaiful Bachri dalam menyikapi fakta dilapangan terkait pendidikan siswa inklusi.

Syaiful mengatakan masih ada beberapa sekolah yang mengalami stereotip atau pandangan negatif dari masyarakat ketika di dalam sekolah tersebut masih terdapat siswa inklusi yang bersanding dengan siswa normal. “Jadi sebenarnya sesuai Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 52 Tahun 2022, seluruh sekolah di Surabaya harus menerima siswa inklusi,” ujar Syaiful.

Menurutnya ini merupakan masalah serius yang perlu diselesaikan oleh pemerintah mengingat anak Indonesia memiliki hak sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 28B ayat (2). “Begitu juga di UUD 45 yang menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh berkembang serta memperoleh perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” ungkapnya.

Dengan begitu dirinya menegaskan bahwa sosialisasi terkait perlindungan anak bagi seluruh anak di Surabaya tanpa terkecuali harus terus dilakukan. “Solusinya ya harus terus dilakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, terutama orang tua ya, karena mereka lah garda terdepan pendidik anak selain guru,” ucapnya.

Sementara Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak Aurica, Dewi Eka mengaku mengalami kesulitan mencari siswa reguler di sekolahnya karena para orang tua takut anaknya akan tertular jika bersekolah bersama dengan anak inklusi. “Kami sempat kesulitan untuk mencari siswa baru, terutama yang reguler, karena sekolah kami ini terkenal dengan sekolah inklusi,” ujar Dewi.

Harapannya dari sosialisasi tersebut para orang tua menjadi paham bahwa kondisi anak yang mengalami kebutuhan khusus tidak boleh di jauhi, melainkan perlu di rangkul bersama tanpa perbedaan apapun.

“Kami berharapnya kerjasama dengan Komnas PA ini bisa sedikit memberi pemahaman bagi para orang tua untuk tidak mendiskriminasi kondisi inklusifitas anak,” ujarnya.

Melalui fakta tersebut, pihak Komnas PA bersama TK Aurica tengah gencar melakukan sosialisasi perlindungan hak dan kebutuhan seluruh anak di Surabaya agar anak dengan kebutuhan khusus tidak lagi mendapatkan diskriminasi akibat minimnya pengetahuan orang tua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....