Ustad Atiq: Teladani Akhlak Rasulullah

  • 11 Agt 2026 09:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya: Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Keteladanan Rasulullah tidak hanya terlihat dari perkataan, tetapi juga dari sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Ustad Atiq M. Romdlon Dai Yayasan Dana Sosial Al Falah YDSF Surabaya, dalam tausiyah Mutiara Pagi PRO 1 RRI Surabaya, Selasa 11 Agustus 2026. Ustad Atiq menjelaskan, pentingnya akhlak dalam kehidupan umat Islam salah satunya ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik."

Menurut Ustad Atiq, hadis tersebut menunjukkan bahwa akhlak menjadi bagian penting dari misi Rasulullah SAW. Hal ini juga diperkuat dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-Ahzab ayat 21, yang menyebut Rasulullah sebagai teladan yang baik.

“Dalam diri Rasulullah ada teladan yang baik. Dalam hadis ini kita pahami ada keteladanan yang baik, baik dari sikap maupun perkataan,” ujar Ustad Atiq.

Ia mengatakan, keteladanan Rasulullah SAW dapat dilihat dari cara beliau memperlakukan orang-orang di sekitarnya. Rasulullah menghormati para sahabat, baik mereka yang memiliki kedudukan maupun mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Sikap penuh kasih juga ditunjukkan Rasulullah kepada anak-anak dan perempuan. Bahkan, akhlak baik tersebut tidak hanya diberikan kepada orang-orang yang sudah dekat dengan beliau.

Rasulullah SAW juga tetap menunjukkan kebaikan kepada orang-orang yang berbeda keyakinan, termasuk mereka yang memusuhinya. Ustad Atiq menilai, sikap tersebut menjadi contoh penting bagi umat Islam dalam menghadapi perbedaan dan perlakuan yang tidak menyenangkan.

Menurutnya, Rasulullah SAW tidak menjadikan keburukan yang diterimanya sebagai alasan untuk membalas dengan keburukan.

“Apa yang dilakukan semasa hidup terus diingat oleh orang-orang sekitar yang menerima kebaikan itu,” kata Ustad Atiq.

Kebaikan yang dilakukan Rasulullah, lanjutnya, bahkan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang yang sebelumnya memusuhi beliau.

“Kebaikan yang dilakukan membuat banyak orang terkesan, termasuk orang yang memusuhi Rasulullah kemudian berubah hati,” tuturnya.

Menurut Ustad Atiq, keteladanan tersebut sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang tentu pernah menghadapi perbedaan pendapat, perkataan yang menyakitkan, atau perlakuan yang membuat emosi.

Dalam situasi seperti itu, umat Islam dapat belajar dari Rasulullah SAW untuk menjaga ucapan, mengendalikan emosi, menghormati orang lain, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan. Allah SWT juga menegaskan kemuliaan akhlak Rasulullah dalam Surat Al-Qalam ayat 4:"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur."

Ustad Atiq berharap, keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti sebagai pengetahuan atau kisah yang hanya dikenang. Akhlak Rasulullah perlu dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, tempat kerja, hingga masyarakat.

Sebab, kebaikan yang dilakukan dengan tulus, sekecil apa pun, dapat meninggalkan kesan bagi orang lain. Bahkan, bukan tidak mungkin kebaikan itu menjadi jalan untuk mengubah hati seseorang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....