Mencintai Nabi Muhammad dengan Meneladani Akhlaknya

  • 28 Agt 2026 13:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Mencintai Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak cukup hanya dengan memperbanyak pujian dan shalawat, tetapi harus diwujudkan dengan mengenal kemuliaan beliau serta meneladani akhlak dan sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan KH. Ach. Fauzi Ashari, dalam khutbah Jumat melalui Siaran Langsung (Silang) Jumat dari Masjid Al Muhajirin Pemkot Surabaya oleh LPP RRI Surabaya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Mengangkat tema “Mencintai dan Mensuritauladani Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam”, KH. Fauzi mengajak jamaah meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menurutnya, iman dan takwa menjadi benteng sekaligus modal bagi umat Islam untuk meraih keselamatan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Khatib menjelaskan, momentum bulan Rabiul Awal yang diwarnai peringatan Maulidur Rasul seharusnya menjadi kesempatan untuk semakin mengenal sosok Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Kecintaan kepada Rasulullah, kata dia, harus dibuktikan dengan mencontoh perilaku, akhlak, dan tuntunan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Fauzi mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 31 yang memerintahkan umat untuk mengikuti Rasulullah sebagai bukti kecintaan kepada Allah. “Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, ikutilah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian,” tuturnya dalam khutbah.

Menurut Fauzi, salah satu cara menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah adalah dengan mengenal kedudukan dan kemuliaan beliau. Ia menyebut, kemuliaan Nabi Muhammad dapat dilihat dari nama beliau yang senantiasa ditinggikan, perjalanan hidup atau sirah yang terdokumentasi secara lengkap, serta keluhuran akhlak yang menjadi teladan bagi umat manusia.

Ia mencontohkan, nama Nabi Muhammad senantiasa disebut umat Islam dalam berbagai ibadah, mulai dari azan, iqamah, tahiyat, hingga bacaan shalawat. Bahkan, menurut Fauzi, Al-Qur’an menunjukkan penghormatan khusus kepada Nabi Muhammad melalui panggilan seperti “Ya Ayyuhan Nabi” dan “Ya Ayyuhar Rasul”, berbeda dengan sejumlah nabi lainnya yang dipanggil langsung dengan nama mereka.

Aspek penting lainnya, lanjut Fauzi, adalah akhlak Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang mendapat pujian langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia mengingatkan bahwa ketika Siti Aisyah ditanya mengenai akhlak Rasulullah, jawaban yang diberikan adalah bahwa “Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an.” Hal tersebut sejalan dengan Surah Al-Qalam ayat 4 yang menegaskan keluhuran budi pekerti Rasulullah.

Fauzi menegaskan, Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam sehingga keteladanan beliau relevan untuk diterapkan dalam kehidupan umat. “Tatkala kita bisa mencintai Nabi Muhammad, maka kita selayaknya mencontoh akhlak dan perilaku Nabi Muhammad untuk kita realisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari,” ucapnya.

Ia juga mengajak jamaah memperbanyak shalawat kepada Rasulullah serta menghidupkan sunnah beliau sebagai bentuk nyata kecintaan kepada Nabi Muhammad. Fauzi mengingatkan bahwa kecintaan tersebut bukan sekadar ucapan, melainkan harus tercermin melalui peningkatan ibadah, pengetahuan, amal saleh, serta perilaku yang sesuai dengan keteladanan Rasulullah.

Menutup khutbahnya, Fauzi mengajak umat Islam menjadikan bulan Rabiul Awal sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad sekaligus memperbaiki kualitas diri. “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kepada kita umur dan kesehatan lahir batin, serta kemampuan untuk terus meneladani Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, meningkatkan ibadah dan pengetahuan, sehingga kita menjadi orang yang saleh dan bertakwa kepada Allah,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....