Sensus Ekonomi Jatim Capai 90 Persen
- 10 Agt 2026 13:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Timur hingga 10 Agustus 2026 telah mencapai sekitar 90 persen. Capaian tersebut dinilai sesuai dengan target, meski masih terdapat sejumlah kabupaten dan kota yang progres pendataannya relatif lebih lambat.
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Jawa Timur, Herum Fajarwati, menyebut Sidoarjo dan Surabaya menjadi dua wilayah yang masih menghadapi tantangan dalam mengejar capaian pendataan. Menurut Herum, karakteristik ekonomi wilayah perkotaan, tingginya kesibukan, serta mobilitas masyarakat menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi proses pendataan.
“Capaian kita sudah 90 persen, artinya sudah sesuai target. Tetapi memang masih ada beberapa kabupaten kota yang progresnya masih melambat, seperti Sidoarjo dan Surabaya", ujar Herum saat diwawancarai RRI Surabaya, Senin 10 Agustus 2026.
Herum optimistis target Sensus Ekonomi 2026 dapat dituntaskan hingga batas akhir pendataan pada 31 Agustus mendatang. Untuk mengejar capaian di wilayah yang masih tertinggal, BPS Jawa Timur terus melakukan berbagai pendekatan. Di antaranya melalui pemanfaatan aplikasi digital serta penguatan pendataan langsung di lapangan dengan menerjunkan petugas dan pendamping sensus.
Bahkan, menurut Herum, petugas BPS tetap melakukan pendataan pada akhir pekan untuk memastikan target dapat tercapai.
“Berbagai pendekatan terus kita lakukan, termasuk penggunaan aplikasi digital dan menerjunkan tenaga atau pendamping sensus yang bertugas langsung di lapangan. Bahkan Sabtu dan Minggu pun petugas BPS tidak libur," katanya.
Secara nasional, Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda statistik yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun. BPS Jawa Timur menyebut SE2026 berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026, dengan cakupan seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Di Jawa Timur, pendataan mencakup berbagai jenis usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar. Mekanisme pendataan dilakukan secara daring maupun melalui pendataan lapangan secara door to door.
Herum menilai capaian sekitar 90 persen juga menunjukkan semakin baiknya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya Sensus Ekonomi. Data yang dihimpun nantinya diharapkan dapat membantu pemerintah memetakan kondisi dan karakteristik perekonomian, sekaligus menjadi bahan dalam menyusun strategi pembangunan dan pengembangan ekonomi di daerah.
“Angka 90 persen ini menunjukkan masyarakat sudah memiliki mindset bahwa Sensus Ekonomi nantinya membantu pemetaan strategi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing, utamanya di Jawa Timur,” terangnya.
Meski demikian, BPS masih menghadapi tantangan berupa adanya masyarakat yang belum bersedia memberikan data atau belum memberikan informasi secara lengkap dan akurat. Karena itu, sosialisasi dan edukasi terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memberikan data yang benar kepada petugas sensus.
BPS Jawa Timur sebelumnya juga menegaskan bahwa kualitas hasil Sensus Ekonomi sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Data tersebut nantinya menjadi salah satu dasar dalam menggambarkan kondisi perekonomian dan mendukung perumusan kebijakan pembangunan.
Dengan sisa waktu hingga 31 Agustus 2026, BPS Jawa Timur optimis capaian pendataan Sensus Ekonomi dapat memenuhi target yang telah ditetapkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....