Ribuan Massa Aliansi Umat Peduli Generasi Gelar Aksi Tolak LGBT di Surabaya

  • 09 Agt 2026 17:03 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ribuan massa dari Aliansi Umat Peduli Generasi menggelar unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu 9 Agustus 2026. Dalam aksi ini, massa aksi tegas menolak LGBT.

Aksi ini terpantau diikuti oleh ribuan manusia memadati Jalan Gubernur Suryo sehingga arus lalu lintas ditutup sebagian. Mereka kemudian berkumpul tepat di panggung utama di Taman Apsari.

Dalam aksi tersebut mereka menyuarakan dan membentangkan spanduk menolak LGBT. Meski dipadati oleh ribuan orang, namun aksi ini berlangsung damai.

Koordinator Aksi, Rizki Nafis mengatakan, penolakan ini sebagai bentuk kewaspadaan atas bahaya dari perilaku LGBT. Menurutnya, perlaku LGBT sudah menyalahi kodrat dan membahayakan generasi yang ada saat ini.

"Kami dari Aliansi Umat Peduli Generasi Jawa Timur hari ini mengadakan aksi dengan tema Bebaskan Indonesia dari Ancaman dan Kejahatan LGBT. Jadi, kami melaksanakan aksi ini karena kondisi negara kita ini sedang mendapatkan ancaman yang luar biasa, memang non militer, tetapi ini berbahaya bagi generasi, yaitu LGBT. Ini adalah suatu penyimpangan sosial," kata Rizki.

Selain menyalahi kodrat, ia menyebut bahwa perilaku tersebut juga menyalahi aturan dalam Peraturan Presiden (Perpres) 111 Tahun 2025. Sehingga ia mendorong pemerintah maupun penegak hukum untuk menindak tegas dan menjatuhi pidana terhadpa pelaku LGBT.

"Juga sebagaimana dalam Islam dalam Al Quran dan As Sunnah, maupun Fatwa MUI juga menyatakan bahwa hal ini ditolak. Dan semua agama resmi di Indonesia juga menolak kejadian atau pelaku dari penyimpangan seksual termasuk LGBT seperti ini," ujarnya.

Oleh karena itu, dari aksi ini diharapkan tidak hanya sekadar aksi normatif namun juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa.

"Tidak hanya aturan secara normatif, tetapi juga harus aktualisasi dalam kehidupan sehari-hari, kita harus mempunyai solusi yang tepat, yaitu menerapkan Islam secara kaffah," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....