Menag: Masjid Harus Jadi Pilar Perdamaian Dunia

  • 03 Agt 2026 09:53 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan masjid harus berfungsi sebagai pilar perdamaian dan peradaban dunia, bukan hanya tempat ibadah.
  • Penegasan ini disampaikan pada acara Istigasah dan Tabligh Akbar dalam rangkaian International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang dihadiri ribuan jemaah.
  • Acara yang diselenggarakan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dihadiri Gubernur Jawa Timur, pimpinan perguruan tinggi keagamaan, dan tokoh agama terkemuka.

RRI.CO.ID, Surabaya – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan masjid harus menjadi pilar perdamaian dan peradaban dunia, tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Istigasah dan Tabligh Akbar dalam rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu, 2 Agustus 2026.

Kegiatan yang diikuti ribuan jemaah tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, Ketua Steering Committee IGIC Irjen Pol. M. Sabilul Alif, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, serta tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan Islam.

Dalam tausiahnya, Menag mengatakan Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan IGIC pada September 2026 di Jakarta. Konferensi tersebut direncanakan menghadirkan sekitar 400 imam besar dari berbagai negara sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi keagamaan dan membangun kerja sama lintas bangsa.

"Indonesia akan menjadi momentum penting untuk membangun kesamaan visi, memperkuat ukhuwah, serta meneguhkan semangat toleransi dan perdamaian dunia," kata Nasaruddin Umar.

Ia menjelaskan, fungsi masjid perlu terus diperkuat sebagaimana pada masa Rasulullah saw., yakni menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pemberdayaan masyarakat, hingga penyelesaian persoalan sosial. Menurutnya, peran tersebut tetap relevan untuk menjawab tantangan kehidupan masyarakat saat ini.

"Masjid harus menjadi tempat yang mempersatukan, menguatkan, dan memberdayakan umat. Dari masjid diharapkan lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama," ujarnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah (kiri), Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) saat menghadiri Istigasah dan Tabligh Akbar dalam rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu, 2 Agustus 2026. (Foto: Humas Kanwil Kemenag Jatim)

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan istigasah dan tabligh akbar menjadi bagian dari upaya menyukseskan IGIC 2026 sekaligus memperkuat persatuan umat. Menurutnya, Jawa Timur memiliki peran strategis dalam mengembangkan nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan membawa kedamaian.

"Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat moderasi beragama, kepedulian sosial, serta komitmen bersama dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian di tengah keberagaman masyarakat," ujar Akhmad, melalui keterangan tertulisnya, Senin, 3 Agustus 2026.

Ketua Steering Committee IGIC Irjen Pol. M. Sabilul Alif menambahkan, konferensi internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Jakarta dengan peserta dari sekitar 50 negara. Ia menyebut kegiatan di Surabaya merupakan rangkaian sosialisasi setelah pelaksanaan agenda serupa di Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Banten.

Menurut Sabilul Alif, sekitar 11 ribu jemaah mengikuti seminar nasional bertema Masjid Harmony: Religious Diplomacy and Global Peace yang dilanjutkan dengan istigasah dan tabligh akbar. Ia berharap IGIC mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan diplomasi keagamaan yang mengedepankan harmoni, toleransi, dan perdamaian dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....