Sebanyak 12.161 Masjid Jatim Ikuti Geber Masjid 2026

  • 10 Agt 2026 21:16 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Sebanyak 12.161 masjid di Jawa Timur mengikuti Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Masjid) 2026 pada Senin, 10 Agustus 2026, sebagai bagian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama mencatat ribuan masjid berpartisipasi dalam gerakan bersih-bersih masjid yang digelar serentak di seluruh Indonesia.
  • Kegiatan di tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Sidoarjo, dengan pembukaan dilakukan secara daring dari Masjid Fatahillah, Balai Kota Jakarta.

RRI.CO.ID, Surabaya - Sebanyak 12.161 masjid di Jawa Timur mengikuti Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Masjid) 2026 yang digelar serentak di Indonesia, Senin, 10 Agustus 2026. Data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama hingga pukul 09.00 WIB mencatat ribuan masjid di Jawa Timur berpartisipasi dalam gerakan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut.

Di tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Jatim, Sidoarjo. Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, bersama jajaran mengikuti pembukaan Geber Masjid secara daring yang dipusatkan di Masjid Fatahillah, Balai Kota Jakarta.

Pembukaan secara nasional dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Menag mengatakan, rumah ibadah memiliki kedudukan penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kebersihan jiwa.

“Rumah ibadah adalah tempat manusia berkomunikasi dengan Tuhan. Dengan beribadah di rumah ibadah, pikiran yang bengkok menjadi lurus dan hati yang kotor menjadi bersih,” ujar Nasaruddin.

Menurutnya, kegiatan membersihkan masjid merupakan bagian dari upaya memuliakan rumah Allah. “Kalau kita membersihkan masjid, sama saja kita membersihkan rumah Allah,” katanya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan Geber Masjid tidak sekadar menjadi kegiatan membersihkan lingkungan rumah ibadah. Menurutnya, gerakan tersebut juga mendorong masyarakat untuk menciptakan masjid yang nyaman sekaligus meningkatkan kecintaan dan kepedulian terhadap masjid.

“Masjid adalah rumah Allah yang menjadi tempat umat beribadah, belajar, bersilaturahmi, dan membangun kehidupan sosial keagamaan. Karena itu, menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid merupakan bentuk kepedulian kita terhadap rumah ibadah sekaligus bagian dari upaya memakmurkannya,” katanya, dalam keterangan persnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong dalam Geber Masjid perlu dijaga agar tidak berhenti pada kegiatan serentak tersebut. “Geber Masjid menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Kita ingin gerakan ini tidak berhenti pada satu hari kegiatan, tetapi menjadi kesadaran bersama untuk terus menjaga kebersihan, merawat, dan memakmurkan masjid secara berkelanjutan,” ujarnya.

Usai mengikuti pembukaan, jajaran Kanwil Kemenag Jatim bergotong royong membersihkan Masjid Al-Ikhlas. Pembersihan meliputi ruang utama salat, teras, kamar mandi, lemari mukena dan perlengkapan ibadah, serta bagian dalam atap masjid.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jatim, Munir, mengatakan Geber Masjid menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan rumah ibadah. “Geber Masjid bukan sekadar membersihkan bangunan, tetapi membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

Kemenag juga mendorong masjid yang berpartisipasi untuk melakukan pendataan melalui SIMAS. Masjid peserta Geber Masjid 2026 berkesempatan memperoleh sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....