Kadin Jatim Cetak Pengasuh Anak Bersertifikat, Perkuat Care Economy
- 07 Agt 2026 18:20 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur bersama Kadin Institute mengembangkan profesi pengasuh anak (child care) sebagai bagian dari penguatan care economy di Indonesia. Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Save the Children dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur.
Pelatihan berlangsung di Kadin Institute Surabaya pada 27 Juli hingga 6 Agustus 2026. Peserta dipersiapkan menjadi tenaga pengasuh anak profesional yang memiliki kompetensi dan sertifikasi nasional.
Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti, mengatakan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut pengembangan care economy. Menurutnya, profesi pengasuh anak kini memiliki prospek yang semakin menjanjikan.
"Child care ini bekerja sama dengan Save the Children dan Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur. Tujuannya adalah menindaklanjuti pengembangan care economy. Dulu pekerjaan seperti pengasuh bayi, pengasuh anak maupun lansia sering dianggap pekerjaan sampingan. Padahal sekarang justru menjadi profesi baru yang sangat menjanjikan," ujarnya di Surabaya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Nurul menjelaskan, sebelum melatih peserta, Kadin Institute terlebih dahulu menyusun modul serta melatih 20 instruktur. Mereka mengikuti pembekalan kompetensi teknis, metodologi mengajar, magang di tempat penitipan anak, hingga uji kompetensi.
Instruktur yang dinyatakan kompeten kemudian membimbing peserta agar memiliki standar pelayanan pengasuhan yang baik. Materi pelatihan meliputi tumbuh kembang anak, kesehatan, pertolongan pertama, gizi, komunikasi, hingga penguatan soft skill dan public speaking.
Menurut Nurul, kebutuhan tenaga pengasuh profesional akan terus meningkat seiring berkembangnya fasilitas penitipan anak di kawasan industri. Keberadaan tenaga child care bersertifikat diharapkan memberikan rasa aman bagi para orang tua yang bekerja.
"Usia nol sampai enam tahun adalah usia emas. Semua yang dilihat, didengar dan dirasakan anak akan membentuk perkembangan mereka di masa depan. Karena itu pengasuh tidak cukup hanya mengandalkan naluri, tetapi harus dibekali ilmu, keterampilan, dan hati yang baik," tegasnya.
Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, mengatakan program ini akan diperluas ke lima lokasi di Jawa Timur dengan total 150 peserta. Pelatihan berikutnya akan digelar di Surabaya, Malang, Blitar, dan Ponorogo.
Setelah pelatihan dan magang selama sepekan, peserta akan mengikuti uji kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pekerja Domestik Nusantara yang berlisensi BNSP. Peserta yang dinyatakan kompeten akan ditawarkan bekerja di berbagai daycare yang membutuhkan tenaga child care bersertifikat.
Salah seorang peserta, Aura Puspa Devina, mengaku praktik langsung menjadi pengalaman paling berkesan selama pelatihan. Ia menilai profesi pengasuh anak membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, bukan hanya naluri.
Peserta lainnya, Lailatul Choiriyah, yang telah bekerja di sebuah daycare di Surabaya, mengatakan pelatihan tersebut menambah wawasan mengenai gizi, pertolongan pertama, hingga pengelolaan kebersihan tempat penitipan anak. Ia berharap pelatihan serupa terus digelar agar semakin banyak tenaga pengasuh profesional di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....