Pakar ITS: Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran Bromo

  • 07 Agt 2026 08:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dinilai berkaitan erat dengan kondisi musim kemarau. Pakar kebencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Amien Widodo, mengatakan cuaca kering membuat vegetasi lebih mudah terbakar sehingga potensi kebakaran meningkat.

Amien menjelaskan, kebakaran hutan saat musim kemarau merupakan fenomena yang terjadi hampir di berbagai belahan dunia. Menurutnya, kondisi daun dan rumput yang mengering menjadi bahan bakar alami yang mudah tersulut api.

Ia menyebut salah satu penyebab yang sering memicu kebakaran adalah puntung rokok yang dibuang sembarangan. Risiko tersebut semakin besar karena kawasan Bromo merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi masyarakat.

"Daun kering atau rumput kering bisa terbakar. Karena banyak angin panas, api akan menyebar dengan cepat," kata Amien, Kamis. 6 Agustus 2026.

Selain puntung rokok, Amien mengingatkan botol atau kemasan air mineral yang tertinggal di lokasi wisata juga berpotensi memicu kebakaran. Pantulan dan fokus sinar matahari pada botol bening dapat meningkatkan panas di sekitar rumput kering.

Karena itu, Amien mengimbau pengunjung untuk tidak merokok selama berada di kawasan wisata pada musim kemarau. Ia juga meminta wisatawan membawa kembali botol atau kemasan minuman setelah digunakan.

"Selama musim kemarau tidak boleh merokok di kawasan wisata. Kalau membawa air, sebaiknya dihabiskan dan botolnya tidak ditinggalkan," ujarnya.

Menurut Amien, kedisiplinan pengunjung menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran hutan. Upaya tersebut perlu didukung pengawasan pengelola dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....