Tafsir Ar-Rahman Ajak Umat Memaknai Nikmat Allah Selalu Bersyukur

  • 06 Agt 2026 21:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Rasa syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT menjadi salah satu pesan utama dalam tafsir Surah Ar-Rahman ayat 13. Hal tersebut disampaikan Ustadz Lutfi Ma'sum Mustopa, M.HI., Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mulyorejo Kementerian Agama Surabaya, dalam program Cahaya Pagi yang disiarkan pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Dalam pemaparannya, Ustadz Lutfi menjelaskan bahwa pengulangan ayat "Fabiayyi ālā'i rabbikumā tukadzdzibān" sebanyak 31 kali dalam Surah Ar-Rahman bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, pengulangan tersebut merupakan metode pendidikan agar manusia dan jin berhenti sejenak untuk merenungkan berbagai nikmat, kekuasaan Allah SWT, serta peringatan yang disampaikan dalam surah tersebut.

Ustadz Lutfi mengatakan, "Pengulangan dalam Al-Qur'an bukanlah sesuatu yang sia-sia. Justru pengulangan adalah metode pendidikan yang sangat efektif." Ia menambahkan bahwa setiap kali ayat tersebut dibacakan, manusia diajak mengingat kembali nikmat berupa kesehatan, keluarga, rezeki, udara, iman, hingga kesempatan untuk bertobat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ayat tersebut menggunakan bentuk pertanyaan, bukan perintah untuk bersyukur. Menurutnya, pertanyaan "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" lebih mampu menggugah hati dan mendorong seseorang melakukan introspeksi atas berbagai karunia yang telah diterima.

Ustadz Lutfi juga menerangkan bahwa penggunaan kata "rabbikumā" dan "tukadzdzibān" ditujukan kepada dua golongan, yaitu manusia dan jin. Kedua makhluk tersebut sama-sama diberikan akal, dibebani syariat, serta sama-sama menikmati berbagai nikmat yang berasal dari Allah SWT.

Menurutnya, mendustakan nikmat Allah tidak hanya berarti mengingkari dengan lisan. Sikap tidak mensyukuri nikmat, menggunakan karunia Allah untuk berbuat maksiat, maupun terus-menerus mengeluh seolah tidak pernah menerima nikmat juga termasuk bentuk mendustakan nikmat yang telah diberikan.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Lutfi menegaskan, "Pelajaran terbesar dari ayat ini adalah membangun hati yang selalu bersyukur. Orang yang bersyukur akan lebih mudah bahagia karena melihat apa yang dimiliki, bukan hanya apa yang belum dimiliki." Ia mengingatkan bahwa manusia sering kali lebih banyak menghitung masalah daripada menghitung nikmat yang diterima setiap hari.

Melalui program Cahaya Pagi, pendengar diajak menjadikan Surah Ar-Rahman ayat 13 sebagai pengingat untuk terus bersyukur atas setiap karunia Allah SWT. Dengan membiasakan diri mensyukuri nikmat, diharapkan tumbuh kesadaran untuk memanfaatkan setiap anugerah secara bijaksana dan sesuai dengan tuntunan agama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....