Bulan Muharam Momentum Memaknai Hijrah dan Jihad

  • 22 Jun 2026 08:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Bulan Muharam menjadi momentum bagi umat Islam untuk memaknai kembali hakikat hijrah dan jihad dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, Ustazah Haniah, dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Senin 22 Juni 2026.

Ustazah Haniah menjelaskan, Allah SWT memuliakan empat bulan dalam setahun sebagaimana firman-Nya dalam Surat At-Taubah ayat 36. Empat bulan tersebut yakni Muharam, Rajab, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah.

"Di antara dua belas bulan terdapat empat bulan yang dimuliakan Allah SWT, yaitu Muharam, Rajab, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah. Saat ini kita berada di bulan Muharam yang merupakan bulan baik untuk meningkatkan amal dan ketakwaan," ujarnya.

Ia mengatakan, sejumlah peristiwa penting dalam sejarah para nabi juga dikaitkan dengan bulan Muharam. Di antaranya Nabi Musa AS diselamatkan dari kejaran Fir'aun, Nabi Nuh AS diselamatkan dari banjir besar, Nabi Ibrahim AS diselamatkan dari api Raja Namrud, Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara, dan Nabi Yunus AS diselamatkan dari perut ikan.

Dalam tausiyahnya,Ustazah Haniah juga mengutip Surat Al-Baqarah ayat 218 yang menjelaskan tentang keimanan, hijrah, dan jihad di jalan Allah.

Menurutnya, iman merupakan keyakinan dalam hati yang diucapkan dengan lisan dan dibuktikan melalui perbuatan sebagai landasan dalam melakukan amal kebaikan.

"Iman yang diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dalam perbuatan menjadi dasar seseorang dalam menjalankan amal saleh," katanya.

Ia menjelaskan, hijrah pada masa Rasulullah SAW dimaknai sebagai meninggalkan kampung halaman demi menegakkan agama Allah. Namun dalam konteks kehidupan saat ini, hijrah dapat dimaknai sebagai upaya meninggalkan kebiasaan buruk dan lingkungan maksiat menuju ketaatan.

"Hijrah dalam kehidupan sekarang adalah meninggalkan kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih taat kepada Allah SWT," ujarnya.

Sementara itu, jihad dimaknai sebagai kesungguhan dan kemampuan untuk membela kebenaran, menegakkan agama Allah, serta melawan hawa nafsu.

Usatzah Haniah menambahkan, Al-Qur'an menjelaskan sejumlah keutamaan bagi orang yang berhijrah, di antaranya memperoleh rahmat dan ampunan Allah, mendapatkan balasan surga, serta diberi kelapangan rezeki.

Adapun keutamaan berjihad di jalan Allah antara lain memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah, diselamatkan dari azab yang pedih, serta memperoleh kebahagiaan abadi berupa surga.

Ia berharap momentum bulan Muharam dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki diri, dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....