Prof. Nanik: Pengawasan Jadi Kunci Keberhasilan MBG

  • 05 Agt 2026 21:01 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pengawasan menjadi kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Guru Besar Sosiologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Nanik Setyowati menilai pengawasan yang ketat diperlukan agar program prioritas pemerintah tersebut berjalan sesuai tujuan dan terhindar dari berbagai pelanggaran.

Menurut Prof. Nanik, langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang memperketat evaluasi pelaksanaan MBG, termasuk pemberian sanksi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melanggar ketentuan, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kualitas penyelenggaraan program.

"Pengetatan evaluasi dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) merupakan langkah yang tepat. Tujuannya agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan, tidak terjadi kasus keracunan, penyalahgunaan anggaran, maupun pelanggaran lainnya," kata Prof. Nanik dalam Dialog Aspirasi Pro 1 RRI Surabaya, Rabu 5 Agustus 2026.

Ia mengatakan, setiap SPPG wajib menjalankan SOP secara konsisten. Namun, pengawasan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, diperlukan sistem pengawasan yang jelas serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

"Harus ada sistem yang jelas untuk mengawal pelaksanaan MBG, termasuk siapa yang mengawasi dan bagaimana mekanisme pengawasannya. Kunci keberhasilan program ini adalah pengawasan," ujarnya.

Prof. Nanik menjelaskan, pelaksanaan MBG berlangsung setiap hari dan bersentuhan langsung dengan peserta didik, tenaga pendidik, serta masyarakat di lingkungan sekolah. Karena itu, guru, orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat diharapkan turut mengawasi pelaksanaan program serta tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran terhadap SOP maupun penyimpangan dalam penyelenggaraan MBG.

Sebagai bagian dari pengawasan partisipatif, Badan Gizi Nasional menyediakan kanal pengaduan resmi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan, masukan, maupun dugaan pelanggaran terkait pelaksanaan MBG. Laporan yang masuk akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program berjalan secara transparan dan akuntabel.

Prof. Nanik menegaskan, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari luasnya jangkauan penerima manfaat, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, dan akuntabilitas pelaksanaan program melalui pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....