Beragama Harus Berangkat dari Kebutuhan, Bukan Pencitraan

  • 05 Agt 2026 07:18 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Ustaz Suud Hasanudin mengajak masyarakat menjadikan agama sebagai kebutuhan hidup, bukan sekadar sarana memperoleh pengakuan atau status sosial.
  • Tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Az-Zariyat ayat 56.
  • Ibadah tidak hanya dimaknai sebagai ritual semata, tetapi juga menjadi landasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

RRI.CO.ID, Surabaya - Ketua PW Persatuan Islam (PERSIS) Jawa Timur, Ustaz Suud Hasanudin mengajak masyarakat menjadikan agama sebagai kebutuhan hidup, bukan sekadar sarana memperoleh pengakuan atau status sosial. Pesan tersebut disampaikan dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya bertema "Semangat Beragama antara Kebutuhan dan Status Sosial", Rabu, 5 Agustus 2026.

Ustaz Suud mengatakan, tujuan utama penciptaan manusia telah ditegaskan Allah SWT dalam QS. Az-Zariyat ayat 56, yakni agar manusia beribadah kepada-Nya. Menurutnya, ibadah tidak hanya dimaknai sebagai ritual, tetapi juga menjadi landasan dalam menjalani kehidupan.

"Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Di sisi lain, manusia juga memiliki cita-cita dan harapan agar hidupnya menjadi lebih baik. Islam mengajarkan agar kita mengejar kebahagiaan akhirat tanpa melupakan bagian kita di dunia," kata Ustaz Suud.

Ia menjelaskan, setiap orang mendambakan kehidupan yang tenteram. Karena itu, Allah memerintahkan manusia untuk senantiasa berpegang teguh kepada agama-Nya serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Hal tersebut tercermin dalam QS. Ali Imran ayat 103 tentang berpegang pada tali Allah serta QS. Ali Imran ayat 112 yang menegaskan pentingnya hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Menurutnya, ketenangan hidup tidak diukur dari banyaknya harta atau tingginya kedudukan, melainkan dari kedekatan seseorang kepada Allah SWT. Hal itu sejalan dengan firman Allah dalam QS. Ar-Ra'd ayat 28, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Ustaz Suud menilai, kebutuhan terhadap agama sama pentingnya dengan kebutuhan manusia terhadap pangan, sandang, pendidikan, maupun pekerjaan. "Ketika seseorang menyadari bahwa agama adalah kebutuhannya, ia akan mencari ilmu, memperbaiki ibadah, dan mendekat kepada Allah sebagaimana ia berusaha memenuhi kebutuhan hidup lainnya," ujarnya.

Dalam tausiyah tersebut, ia mengibaratkan pemenuhan kebutuhan hidup dengan cara seseorang beragama. Ada orang yang bekerja atau membelanjakan hartanya karena benar-benar membutuhkan, namun ada pula yang terdorong oleh gengsi agar dipandang lebih tinggi oleh orang lain.

Fenomena serupa, kata dia, juga dapat terjadi dalam kehidupan beragama. "Pertanyaannya, apakah kita beragama karena ikhlas dan membutuhkan Allah, atau justru agar dipuji, diakui, dan memperoleh status di tengah masyarakat. Muhasabah terhadap niat inilah yang perlu terus dilakukan," katanya.

Ia mengingatkan, Rasulullah SAW telah menegaskan pentingnya keikhlasan dalam setiap amal. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa setiap amal bergantung pada niatnya. Sementara dalam hadis riwayat Ahmad, Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar mewaspadai riya, yaitu beramal demi mendapatkan penilaian manusia.

Meski demikian, Ustaz Suud menegaskan bahwa mengutamakan hubungan dengan Allah bukan berarti mengabaikan hubungan sosial. Menurutnya, seorang Muslim tetap dituntut membangun kepedulian, saling membantu, dan menjaga silaturahmi sebagai bagian dari ajaran Islam.

"Mengutamakan Allah bukan berarti menjauh dari manusia. Justru semakin dekat kepada Allah, seharusnya semakin baik pula hubungan kita dengan sesama," ucapnya.

Melalui tema "Semangat Beragama antara Kebutuhan dan Status Sosial", Ustaz Suud berharap masyarakat dapat menempatkan agama sebagai kebutuhan yang melahirkan keikhlasan dalam beribadah, ketenangan batin, dan kepedulian sosial, sehingga setiap amal dilakukan semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....