Gempita Swara Semesta Jadi Wadah Anak Istimewa

  • 22 Agt 2026 13:37 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya- Berawal dari keinginan menghadirkan ruang bermain, belajar, dan berkarya bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), komunitas Sahabat Gempita Swara Semesta hadir sebagai wadah pemberdayaan anak-anak istimewa bersama orang tua. Komunitas yang dibentuk sejak Juni 2024 ini mengembangkan berbagai kegiatan produktif, mulai dari kerajinan tangan hingga kelas vokasi.

Founder sekaligus Ketua Umum Sahabat Gempita Swara Semesta, Yenni, mengatakan, gagasan membentuk komunitas tersebut berangkat dari pengalaman pribadi dalam mendampingi anak dengan Down Syndrome. Ia berharap anak-anak berkebutuhan khusus dapat memiliki ruang untuk bermain bersama, membangun kemandirian, serta mengembangkan potensi melalui kegiatan bersama.

“Saya ingin anak-anak punya wadah untuk bermain bersama teman, bisa mandiri, produktif, dan memiliki kegiatan yang sesuai dengan kemampuan mereka,” ujarnya. Sabtu, 22 Agustus 2026.

Saat ini, komunitas tersebut memiliki sekitar 60 anggota aktif dan ratusan anggota yang tergabung secara daring. Para anggota merupakan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, seperti autisme, Down Syndrome, dan kebutuhan khusus lainnya. Keanggotaan komunitas tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga Sidoarjo dan Krian.

Salah satu kegiatan unggulan Gempita Swara Semesta adalah pelatihan kerajinan tangan, di antaranya membuat jamper oven dan hand towel. Bahan handuk reject yang diperoleh dari perusahaan handuk di Sidoarjo dimanfaatkan kembali agar tidak terbuang. Anak-anak ABK terlibat dalam proses membuat pola dengan cara menempel atau menjiplak, sementara proses menjahit dilakukan oleh para orang tua.

Kegiatan berlangsung setiap hari pukul 10.00 hingga 15.00 WIB, kecuali tanggal merah, di Shelter Gempita, Deltasari Indah Blok AI Nomor 16, Kureksari, Waru, Sidoarjo. Anak-anak biasanya datang setelah pulang sekolah dengan didampingi orang tua. Selain kerajinan tangan, komunitas juga menggelar kegiatan mengaji dan menari dengan menghadirkan mentor tari dari ISI Solo serta guru mengaji dari Rumah Tahfiz.

Tidak hanya menghasilkan produk kerajinan, Gempita juga memberikan ruang bagi orang tua yang memiliki usaha makanan, minuman, maupun karya lukisan untuk dibantu dalam pemasaran. Dari setiap produk yang terjual, sebesar 10 persen diberikan untuk mendukung kegiatan komunitas. Para orang tua juga berkontribusi sekitar Rp100 ribu setiap bulan untuk membantu kebutuhan operasional shelter.

Ia berharap keberadaan Sahabat Gempita Swara Semesta dapat menjadi ruang kolaborasi antara keluarga ABK, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya. Menurutnya, anak-anak istimewa perlu diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menghasilkan karya yang bernilai. “Kami ingin orang tua tidak terus bersedih karena memiliki anak istimewa. Jangan hanya anak yang diterapi, tetapi orang tua juga harus terus belajar agar semakin memahami dan mampu mendampingi anak dengan baik,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....