SPPG di Surabaya Pastikan Program MBG tanpa Gunakan Barang Bersubsidi
- 05 Agt 2026 05:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Menanggapi larangan pembelian bahan baku bersubsidi dalam proses produksi program Makan Bergizi Gratis, SPPG Barokah Rungkut Medokan Ayu Surabaya memastikan pasokan bahan baku dan bahan bakar untuk distribusi terbebas dari barang-barang bersubsidi.
Melalui Kepala SPPG Dapur Barokah Arief Tirtana S.Kom saat diwawancara RRI Selasa 4 Agustus 2026 menjelaskan prosedur pelarangan penggunaan bahan subsidi telah tercantum pada blue print awal inisiasi program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Sejak awal perancangan blue print oleh BGN itu memang sudah di larang untuk membeli bahan baku yang tergolong barang subsidi. Karena kami sudah mendapat anggaran yang memang tidak di peruntukkan pada harga subsidi, dan proses administrasinya memang ketat, jadi dari awal kami tidak membeli barang subsidi,” ungkap Arief.
Tidak hanya bahan pangan seperti Minyak Goreng “Minyak Kita”, Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) maupun Gas Melon 3 kilogram, pihaknya juga memastikan tidak memakai bahan bakar pertalite dalam proses distribusi MBG ke berbagai titik penerima manfaat setiap harinya.
“Mulai dari bahan baku seperti Minyak Kita, Beras SPHP, ataupun Gas Melon yang 3 kilo itu kita tidak beli. Bahkan tidak hanya bahan baku saja, bahan bakar yang kita gunakan untuk proses distribusi ke penerima manfaat juga tidak memakai BBM bersubsidi. Karena ya itu tadi ketentuannya memang tidak boleh,” ucapnya.
Selain komitmen untuk tidak membeli bahan subsidi, aspek yang terus pihaknya jaga sesuai SOP yang berlaku yakni agar tetap menjaga harga di pasar agar tidak timpang, mengingat anggaran belanja SPPG telah di hitung dengan harga non subsidi, sehingga kebutuhan masyarakat umum dapat terjaga.
“Kalau kita beli barang atau bahan yang termasuk subsidi, tentu dampaknya sangat terasa pada pasokan kebutuhan di masyarakat. Kan bukan jatah SPPG memang dari awal untuk barang subsidi itu, jadi mungkin saja bisa menimbulkan kelangkaan maupun ketidakstabilan harga yang merugikan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara salah satu wali murid penerima MBG, Nurul mendukung penuh pengawasan pada SPPG oleh BGN agar tidak memakai anggaran yang ada untuk membeli barang subsidi, mengingat anggaran belanja program MBG memang tidak di fungsikan untuk di belanjakan pada barang bersubsidi.
“Dengan pengawasan pembelian bahan bersubsidi ini harapannya bisa meminimalisir peluang korupsi MBG, lalu bahan subsidi ini memang diperuntukkan kepada orang kurang mampu sehingga harga tingkat bawah tetap stabil. Terakhir dengan membeli bahan baku berkualitas tentu akan meningkatan mutu MBG itu sendiri,” ungkapnya.
Sebagai informasi, salah satu langkah yang tengah disiapkan oleh BGN untuk mencegah hal tersebut yakni akan hadirnya sistem informasi yang memungkinkan orang tua mengetahui menu makanan, kandungan gizi, serta jadwal pemberian makanan kepada anak setiap hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....