FITRA: Delapan PR Menanti Menkeu Suahasil

  • 16 Sep 2026 19:59 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menghadapi sejumlah pekerjaan rumah dalam pengelolaan fiskal negara setelah menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Peneliti FITRA Nasional, Baidul Hadi, menyebut sedikitnya delapan pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian Menteri Keuangan baru.

“Ada delapan pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian Menteri Keuangan baru, yaitu menjaga kredibilitas fiskal, mengawal transisi APBN 2027, memperbesar ruang fiskal negara, meningkatkan kualitas belanja, menjaga daya beli masyarakat, menata hubungan fiskal pusat dan daerah, memulihkan kepercayaan publik, serta mengendalikan rasio utang dan pembiayaan,” kata Baidul Hadi saat menjadi narasumber Dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Rabu 16 September 2026.

Menurut Baidul, delapan pekerjaan rumah tersebut berkaitan erat dengan kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara. Ia menyoroti target penerimaan sekitar Rp3.400 triliun, sementara belanja negara berada di kisaran Rp4.000 triliun.

“Yang menjadi tantangan bukan hanya defisitnya, tetapi dari mana sumber penerimaan negara untuk bisa mencapai target tersebut. Ini yang akan menjadi ujian bagi Menteri Keuangan baru,” ujarnya.

Baidul menilai pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan peningkatan penerimaan dengan memberikan tekanan kepada masyarakat. Kebijakan perpajakan, menurutnya, perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat.

“Kalau kemudian penerimaan negara itu digenjot dengan cara menekan rakyat, menaikkan pajak dalam kondisi seperti sekarang, tentu bisa menimbulkan gejolak,” kata Baidul.

Di tengah kebutuhan memperbesar penerimaan dan ruang fiskal, Baidul menilai sisi belanja juga perlu mendapat perhatian. Ia mendorong Menteri Keuangan baru berani melakukan efisiensi dan mengevaluasi program pemerintah yang dinilai belum memberikan hasil optimal.

“Yang terbaik adalah Menteri Keuangan baru ini berani melakukan efisiensi. Berani mengatakan bahwa program-program tertentu perlu dievaluasi, bahkan kalau memang tidak efektif, dihentikan,” ujarnya.

Baidul mencontohkan program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih yang menurutnya perlu dievaluasi. Ia menilai anggaran negara harus dipastikan memberikan manfaat optimal dan dapat diarahkan untuk kebutuhan dasar masyarakat yang masih menghadapi berbagai persoalan.

“Misalnya program MBG, itu harus dievaluasi. Kemudian Koperasi Desa Merah Putih juga harus dievaluasi, karena jangan sampai anggaran yang besar justru digunakan untuk program yang belum berjalan efektif,” kata Baidul.

Menurut Baidul, efisiensi bukan sekadar memangkas belanja, tetapi bagian dari upaya memperbesar ruang fiskal dan meningkatkan kualitas penggunaan anggaran. Karena itu, ia menilai Menteri Keuangan baru perlu konsisten menjalankan disiplin fiskal serta memperkuat koordinasi dengan kebijakan moneter.

Baidul juga menilai kredibilitas pengelolaan APBN akan menjadi perhatian penting. Menurutnya, kemampuan pemerintah memenuhi target penerimaan, mengendalikan belanja, menjaga daya beli, serta mengelola utang dan pembiayaan akan ikut menentukan kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal.

Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada 14 September 2026. Serah terima jabatan keduanya berlangsung di Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.

Sementara itu, pemerintah tengah menyiapkan APBN 2027. Kementerian Keuangan sebelumnya menyebut rancangan APBN 2027 diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....