Kapal Diduga Tenggelam Lima Puluh Meter Hambat Investigasi KNKT

  • 04 Agt 2026 22:27 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Kedalaman laut menjadi tantangan utama bagi KNKT dalam mengungkap penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura.
  • Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, Aleik Nurwahyudy, menekankan perlunya memastikan posisi kapal sebelum melakukan pemeriksaan lebih mendalam.
  • Lokasi bangkai kapal merupakan kunci krusial untuk memperoleh bukti fisik yang diperlukan dalam proses penyelidikan penyebab kebakaran.

RRI.CO.ID, Surabaya - Kedalaman laut menjadi salah satu tantangan utama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam mengungkap penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura.

Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, Aleik Nurwahyudy, mengatakan tim harus memastikan terlebih dahulu posisi kapal sebelum melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Keberadaan bangkai kapal menjadi kunci untuk mendapatkan bukti fisik dalam proses penyelidikan.

"Pertama, kita harus memastikan di mana dulu posisi kapalnya, kemudian bagaimana kita melakukan pemeriksaan bawah airnya kalau kapalnya memang ketemu di bawah air," ujar Aleik di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa 4 Agustus 1981.

Menurutnya, kapal diduga berada di kedalaman sekitar 50 meter sehingga proses investigasi membutuhkan dukungan peralatan dan sumber daya yang lebih besar dibandingkan penanganan insiden kapal terbakar sebelumnya.

Pemeriksaan bawah air nantinya akan dilakukan apabila posisi kapal berhasil ditemukan. Data dari kondisi fisik kapal diharapkan dapat membantu KNKT menganalisis penyebab terjadinya kebakaran.

Selain mencari bukti dari badan kapal, KNKT juga akan melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek lain yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Aleik menegaskan investigasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar seluruh proses, mulai dari pencarian bangkai kapal hingga pengumpulan data pendukung, dapat berjalan maksimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....